Jumat, 14 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Prabowo Ingin Murid SD Kuasai Bahasa Inggris hingga Prancis

Prabowo Ingin Murid SD Kuasai Bahasa Inggris hingga Prancis
Prabowo Ingin Murid SD Kuasai Bahasa Inggris hingga Prancis

JAKARTA — Prabowo ingin murid SD menguasai bahasa Inggris sejak dini, bahkan sampai bahasa Prancis, dengan alasan kemampuan belajar anak di bawah 11 atau 12 tahun masih sangat cepat. Pandangan itu menempatkan bahasa asing sebagai bekal awal, bukan materi tambahan yang baru dikejar saat anak sudah besar.

Gagasan ini punya dampak langsung ke sekolah dasar, guru, dan orang tua. Kalau dorongan seperti ini masuk ke arah kebijakan pendidikan, fokus pembelajaran bisa bergeser: anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga mulai akrab dengan bahasa Inggris dari bangku awal.

Bahasa Inggris sejak kecil

Prabowo menyampaikan bahwa penguasaan bahasa asing perlu dimulai sejak kecil. Ia menilai anak-anak yang berusia di bawah 11 atau 12 tahun punya kemampuan cepat belajar.

Di titik itu, bahasa Inggris menjadi kunci utama yang disorot. Bukan sekadar untuk nilai di rapor, tapi sebagai dasar agar anak lebih mudah menyerap bahasa asing lain di tahap berikutnya. Bahasa Prancis ikut disebut sebagai contoh tujuan yang ingin dicapai sejak usia dini.

Pesan ini sederhana, tapi arahnya jelas. Pendidikan dasar tidak lagi dilihat cuma sebagai tempat pengenalan huruf, angka, dan disiplin kelas. Ada dorongan agar sekolah juga membangun kebiasaan berbahasa sejak awal, ketika anak masih paling lentur menyerap bunyi, kosakata, dan pola kalimat baru.

Arah yang bisa terasa di sekolah dasar

Kalau gagasan seperti ini dijalankan lebih serius, sekolah dasar akan berada di garis depan perubahan. Guru perlu menyiapkan cara mengajar yang lebih ringan, lebih akrab, dan tidak membuat bahasa Inggris terasa berat sejak awal. Anak kelas kecil butuh ritme yang sederhana, bukan beban hafalan yang langsung menumpuk.

Orang tua juga ikut terdampak. Mereka akan melihat bahasa asing bukan lagi urusan kursus tambahan di luar sekolah, melainkan kemampuan dasar yang diharapkan tumbuh lebih cepat. Di rumah, dorongan untuk membiasakan anak mendengar dan memakai bahasa Inggris bisa ikut menguat.

Bagi siswa, efek paling terasa ada pada rasa percaya diri. Anak yang terbiasa sejak kecil biasanya tidak terlalu kaget saat bertemu kosakata baru. Proses belajarnya lebih alami. Tidak kaku. Tidak terasa seperti lompatan besar dari nol.

Kenapa ini penting bagi pendidikan dasar

Isu ini penting karena bahasa asing sering jadi pembeda saat anak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Jika fondasinya dibangun di SD, beban belajar di SMP dan seterusnya bisa lebih ringan. Anak tidak mulai dari awal, melainkan tinggal memperkuat apa yang sudah dikenalnya sejak kecil.

Dari sisi kebijakan, pernyataan Prabowo juga memberi sinyal bahwa kemampuan bahasa bukan cuma soal prestasi individu. Ada nilai praktis di baliknya. Bahasa Inggris membuka akses ke banyak materi belajar, sementara bahasa asing lain, termasuk bahasa Prancis, memperluas pilihan anak untuk berinteraksi dengan dunia luar.

Tantangannya ada pada pelaksanaan. Sekolah tidak cukup hanya menambah jam. Yang dibutuhkan justru metode yang cocok untuk usia kecil, guru yang siap, dan materi yang tidak membuat anak cepat bosan. Kalau pendekatannya salah, bahasa asing bisa berubah jadi beban. Kalau pas, anak justru menikmati prosesnya.

Pernyataan Prabowo soal masa belajar anak di bawah 11 atau 12 tahun menjadi penegasan bahwa pendidikan dasar punya peran besar dalam membentuk kemampuan jangka panjang. Dari titik ini, bahasa Inggris tidak lagi sekadar pelajaran, melainkan modal awal yang ingin dipasang sejak bangku SD.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 14 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online