Jumat, 21 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Vietnam Jadwalkan Bahasa Inggris Wajib untuk Anak Kelas 1, Dua Tahun Lebih Cepat

Vietnam Jadwalkan Bahasa Inggris Wajib untuk Anak Kelas 1, Dua Tahun Lebih Cepat
Vietnam Jadwalkan Bahasa Inggris Wajib untuk Anak Kelas 1, Dua Tahun Lebih Cepat

HANOI — Vietnam akan memajukan pembelajaran bahasa Inggris wajib untuk siswa kelas 1 (usia 6 tahun), dua tahun lebih cepat dari jadwal semula. Perubahan kurikulum ini tercantum dalam revisi draf Program Pendidikan Umum yang Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah buka untuk konsultasi publik hingga 29 Agustus.

Sekolah yang menunjuk bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing 1 akan mengajarkannya mulai kelas 1 bersama mata pelajaran Vietnam, matematika, etika, alam dan masyarakat, pendidikan jasmani, serta seni. Mata pelajaran ini akan dialokasikan 70 periode per tahun di kelas 1 dan 2, serta 140 periode di kelas 3 hingga 5.

Dalam satu tahun sekolah yang berdurasi 35 minggu, alokasi 70 periode setara dengan dua periode per minggu. Dengan beban waktu yang sama, siswa akan menjalani pembelajaran mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis secara terintegrasi.

Dari Pilihan Jadi Keharusan

Saat ini, bahasa Inggris hanya wajib sejak kelas 3. Sekolah yang memiliki ruang kelas dan guru berkualitas memang boleh menawarkan dua periode per minggu dari kelas 1, namun hanya sebagai pilihan elektif. Perubahan baru akan mengubah status ini menjadi mata pelajaran wajib.

Siswa tetap bisa memilih mata pelajaran elektif lain, termasuk bahasa minoritas etnis atau bahasa asing lainnya. Dari kelas 6, siswa dapat secara formal menambahkan satu bahasa asing kedua (Bahasa Asing 2) sesuai preferensi dan kapasitas sekolah mereka.

Kementerian menekankan bahwa revisi ini sejalan dengan keputusan pemerintah Vietnam pada 27 Oktober 2025 untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dalam sistem pendidikan sekolah. Tujuan lebih besar adalah membuat setiap siswa menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa kedua pada tahun 2035.

Tantangan Sumber Daya Guru Besar

Kebijakan ini akan berdampak masif. Menurut perkiraan kementerian, langkah ini akan menjangkau sekitar 50.000 lembaga pendidikan dan hampir 30 juta anak, siswa, serta mahasiswa di seluruh Vietnam. Namun skalanya membawa tantangan signifikan: sistem pendidikan membutuhkan tambahan sekitar 22.000 guru bahasa Inggris — 12.000 untuk taman kanak-kanak dan hampir 10.000 untuk sekolah dasar.

Selain merekrut tenaga baru, kementerian juga berencana meningkatkan keterampilan minimal 200.000 guru yang sudah mengajar, agar mereka mampu mengajar mata pelajaran lain dalam bahasa Inggris. Investasi dalam pengembangan guru ini menjadi kunci keberhasilan transformasi kurikulum yang ambisius.

Akar kebijakan ini berasal dari kesimpulan Politbiro pada 12 Agustus 2024, yang mengarahkan otoritas pendidikan meningkatkan kemampuan bahasa asing siswa dan menggerakkan bahasa Inggris menuju status bahasa kedua di sekolah-sekolah. Keputusan ini merupakan perpanjangan dari Resolusi 29, program reformasi pendidikan Komite Pusat Partai yang diadopsi pada November 2013.

Pembelajaran lintas jenjang akan mengikuti kerangka profisiensi nasional Vietnam dan standar internasional, memastikan konsistensi dari pendidikan dasar hingga tingkat menengah atas yang berorientasi karir. Dengan rencana ambisius ini, Vietnam bertujuan mengejar ketertinggalan dalam penguasaan bahasa Inggris global di kalangan pelajarnya.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 21 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online