Sabtu, 15 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Trump Siap Perpanjang Waiver Jones Act untuk Tekan Harga Bensin

Waiver Jones Act untuk menekan harga bensin di AS
Pemerintahan Trump mempertimbangkan perpanjangan waiver Jones Act di tengah harga bensin yang masih tinggi. (Ilustrasi: AI)

Untuk industri maritim, isu ini bukan sekadar soal harga bensin. Ini soal siapa yang dapat pekerjaan, siapa yang menguasai pengangkutan bahan bakar, dan seberapa jauh Amerika bersedia melonggarkan aturan yang melindungi kapal dan pekerja domestik.

Dampaknya ke harga bensin belum besar

Bob McNally, presiden Rapidan Energy Group, menilai opsi paling efektif bagi presiden AS sebenarnya adalah menekan Arab Saudi agar menaikkan produksi minyak. Tapi pilihan itu tidak realistis karena ekspor masih terhambat gangguan di sekitar Selat Hormuz akibat konflik Iran.

McNally juga menyebut opsi lain seperti windfall profits tax, kontrol harga bensin, atau langkah hukum terhadap perusahaan minyak, sebagai pilihan yang tidak realistis secara politik, berisiko secara ekonomi, atau kecil kemungkinannya menurunkan harga secara berarti.

Menurut dia, waiver Jones Act memang menambah ketersediaan tanker untuk memindahkan bahan bakar, tetapi penurunan harga bensin kemungkinan hanya beberapa sen per galon.

Itu sebabnya perpanjangan waiver lebih terasa sebagai langkah darurat daripada solusi permanen. Warga AS yang masih menghadapi harga bensin tinggi mungkin hanya melihat dampak kecil di pompa, sementara industri pelayaran dan perdebatan soal keamanan pasokan akan terus berjalan.

Di lapangan, tekanan juga datang dari kelompok maritim. American Maritime Partnership kembali menjalankan iklan di CNBC dan Fox News, sementara AMP bersama American Waterways Operators menggelar iklan digital untuk menolak perpanjangan waiver. Presiden AMP Jennifer Carpenter menuduh kebijakan itu lebih menguntungkan operator asing dan perusahaan energi ketimbang konsumen.

“The waiver has shifted routine domestic commerce to foreign operators, including entities linked to China and Russia, while undermining the U.S. maritime industrial base,” kata Jennifer Carpenter.

Jika Gedung Putih tetap melanjutkan rencana ini, fokus berikutnya ada pada seberapa sempit cakupan pengecualian yang dipilih dan apakah setiap pengiriman bahan bakar akan diawasi lebih ketat. Keputusan itu akan menentukan apakah waiver Jones Act hanya jadi penahan sementara, atau berubah menjadi preseden baru dalam kebijakan energi AS.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair