Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Obligasi Treasury AS Dinilai Jadi Pilihan Investasi 10 Tahun

Obligasi Treasury AS Dinilai Jadi Pilihan Investasi 10 Tahun
Obligasi Treasury AS Dinilai Jadi Pilihan Investasi 10 Tahun

JAKARTA — obligasi Treasury Amerika Serikat dinilai bisa menjadi keputusan investasi paling penting dalam 10 tahun ke depan. Dalam pandangan Rob Isbitts, analis dan kontributor Barchart, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun yang kini berada di bawah 4,7% membuat pasar surat utang pemerintah kembali layak dipertimbangkan serius.

Argumennya sederhana. Setelah bertahun-tahun suku bunga sangat rendah dan imbal hasil obligasi nyaris tak berarti, pasar obligasi justru sedang menawarkan peluang yang menurutnya sering diabaikan investor yang masih mengejar upside di saham.

Imbal hasil mendekati 4,7% dan posisi di kisaran atas

Isbitts menjelaskan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun saat ini berada di bawah 4,7%. Dalam empat tahun terakhir, pergerakannya berada di rentang 3,6% sampai 4,8%, sehingga level sekarang dinilai mendekati bagian atas dari kisaran itu.

Baginya, kondisi ini berbeda jauh dari era setelah 2008, ketika imbal hasil banyak bertahan di rentang 0% sampai 2%. Perubahan itu, kata dia, ikut mengubah perhitungan soal imbal hasil yang dibutuhkan investor untuk mengambil risiko saham.

“When guaranteed government debt yields 5%, taking equity risk requires expecting a clear premium in total return,” tulis Isbitts dalam artikelnya di Barchart.

Kenapa 5% di obligasi dianggap serius

Isbitts menyoroti satu hal yang menurutnya makin penting: ketika surat utang pemerintah memberi imbal hasil sekitar 5%, investor saham perlu menuntut premi yang jelas sebagai kompensasi atas risiko ekuitas. Tanpa itu, kata dia, memilih saham belum tentu masuk akal untuk semua profil dan horizon investasi.

Ia juga menyinggung strategi ladder atau pembelian obligasi bertahap yang ia sebut cocok untuk dirinya. Intinya bukan mengejar sensasi pasar, melainkan mengunci arus kas dan kepastian jatuh tempo pada nilai yang sudah diketahui sejak awal. Itu berbeda dengan obligasi ETF, yang nilainya bisa berfluktuasi lebih liar dan tidak selalu kembali ke angka pasti pada tanggal yang pasti.

Data historis S&P 500 yang dipakai sebagai pembanding

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair