Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Purbaya Bakal Terapkan Layer Baru Cukai Rokok Tahun Ini, Akan Bahas dengan DPR

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbicara di konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana penerapan layer baru cukai rokok pada 2026 dalam konferensi pers, Jumat (15/8). (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menerapkan layer baru cukai rokok pada 2026. Rencana tersebut masih memerlukan persetujuan DPR, dengan pembahasan dijadwalkan setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

“Kalau untuk cukai rokok, kita akan coba terapkan tahun ini setelah saya bicara dengan parlemen. Kita masih belum ketemu, masih belum dapat waktu. Setelah ini, kan, setelah 17 Agustus ini baru kita ketemu DPR parlemen untuk memastikan cukai rokok,” ujar Purbaya dalam konferensi pers mengenai RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jumat (15/8).

Purbaya mengakui hingga saat ini belum ada diskusi formal dengan DPR. Namun, Kementerian Keuangan telah merampungkan proposal penambahan layer cukai tersebut dan segera akan meminta waktu untuk membahasnya dengan parlemen. Besaran tarif yang akan dikenakan masih menjadi bagian dari diskusi yang belum final.

Kebijakan penambahan layer cukai rokok dirancang untuk menciptakan ruang bagi produk rokok ilegal masuk ke jalur legal. Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menekan peredaran rokok ilegal lebih efektif.

“Kalau mereka (pelaku usaha rokok legal) tidak dikasih hidup, kan, saya dosa. Tapi kalau saya kasih ruang untuk hidup, terus yang ilegal betulan saya pukul, dosanya nggak banyak-banyak amat lah,” jelasnya dengan nada pragmatis.

Penindakan Diperkuat dengan Anggaran Tambahan

Purbaya juga menyinggung peningkatan upaya pemberantasan rokok ilegal melalui penguatan kapasitas Bea Cukai. Anggaran operasional lembaga tersebut akan ditambah agar aparat dapat lebih aktif menangkap penyelundupan dan kecurangan bisnis di bidang cukai.

Menurut Purbaya, perbaikan kinerja Bea Cukai sudah menunjukkan hasil signifikan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan penerimaan negara serta penurunan drastis peredaran rokok ilegal. Kombinasi antara penambahan layer cukai dan penindakan yang lebih ketat menjadi strategi komprehensif untuk mengatasi masalah rokok ilegal.

Penundaan pembahasan dengan DPR sebelumnya terjadi karena fokus pemerintah masih tertumpuk pada proses finalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setelah APBN 2027 selesai dibahas, momentum pembahasan kebijakan cukai rokok diharapkan dapat berjalan lebih cepat.

Dampak terhadap Industri dan Penerimaan Negara

Penerapan layer baru cukai rokok akan berdampak signifikan bagi industri rokok, terutama produsen legal yang selama ini bersaing dengan rokok ilegal.

Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan level playing field, di mana produk legal mendapat perlindungan dari kompetisi tidak sehat, sementara rokok ilegal ditindak tegas.

Bagi pemerintah, strategi ini diharapkan meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai sambil mengurangi kerugian fiskal akibat penyelundupan.

Langkah selanjutnya adalah pertemuan formal antara Kementerian Keuangan dan DPR setelah 17 Agustus. Dalam forum tersebut, kedua belah pihak akan membahas detail tarif, mekanisme penerapan, dan dampak ekonomi dari kebijakan layer baru cukai rokok ini.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda