Pilihan ini bukan keputusan mendadak—upacara kemerdekaan di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai, telah menjadi rutinitas PDIP selama bertahun-tahun.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa Megawati ingin merayakan peringatan kemerdekaan bersama kader PDIP secara komprehensif: mulai dari pengurus partai hingga satuan tugas, sayap dan badan partai. Perayaan melibatkan lapisan internal partai yang luas, mencerminkan komitmen untuk menghubungkan simbol kemerdekaan dengan organisasi politik.
Momentum Refleksi Kemerdekaan Bagi Partai
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menekankan bahwa upacara ini bukan sekadar ritual administratif. “Setiap tahun PDI Perjuangan melaksanakan upacara proklamasi 17 Agustus di Sekolah Partai di Lenteng Agung.
Biasanya amanat peringatan proklamasi sebagai refleksi kemerdekaan dalam massa kontemporer,” jelasnya. Dengan demikian, Megawati akan memberikan amanat khusus mengenai makna kemerdekaan dalam konteks kekinian bagi anggota partai.
Setelah upacara berakhir, perayaan dilanjutkan dengan perlombaan khas 17 Agustus seperti balap karung, makan kerupuk, dan panjat pinang. PDIP juga mengundang warga sekitar Lenteng Agung untuk ikut menyaksikan dan berpartisipasi.
Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kesekretariatan PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo mengatakan, “Partai mengundang warga sekitar Lenteng Agung untuk ikut menyaksikan dan berpartisipasi dalam memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan ke-81 ini.”
Pilihan Megawati untuk memimpin upacara di Sekolah Partai daripada di Istana Merdeka menunjukkan prioritas yang berbeda: lebih menekankan solidaritas internal partai dan keterlibatan langsung dengan kader dan masyarakat lokal, dibanding kehadiran di acara protokol negara yang lebih formal dan terpusat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.