MANGGARAI — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung operasi penanganan bencana gempa bumi di Flores. Pada Selasa (18/8), dia dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meninjau sejumlah lokasi terdampak di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, sekaligus menyerahkan bantuan langsung kepada masyarakat yang masih bergumul dengan trauma dan kehancuran rumah.
Kunjungan ini bukan sekadar aksi simbolis. Kapolri menekankan bahwa Polri ditugaskan Presiden menjalankan peran komprehensif dalam penanganan—mulai dari pencarian dan pertolongan (SAR), evakuasi korban, tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga distribusi logistik dan kebutuhan dasar. Setiap tahap operasi itu kini sedang berlangsung bersamaan di lapangan.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Kapolri saat meninjau lokasi pada hari itu.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu pagi (15/8) meninggalkan jejak luka yang dalam. Data sementara yang ada saat kunjungan Kapolri mencatat 67 orang meninggal, 509 orang luka berat, dan 669 orang luka ringan—total 1.245 korban. Angka-angka itu masih bisa berubah seiring proses evakuasi dan pencarian yang belum selesai di sejumlah lokasi.
Kapolri menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal. Dalam pernyataannya, dia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berdoa bagi para korban yang telah pergi dan memberikan kekuatan bagi yang masih hidup.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mari kita bersama-sama mendoakan semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, korban luka segera diberikan kesembuhan, serta seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan,” katanya.
Bantuan Langsung dari Polri
Polri langsung menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Selain itu, menurut laporan dari sumber pembanding, total bantuan Polri mencapai 247,66 ton, mencakup berbagai kebutuhan darurat mulai dari makanan, air bersih, hingga perlengkapan medis dasar.
Titiek Soeharto, yang mendampingi Kapolri dalam kunjungan itu, melihat sendiri kondisi pengungsian dan kebutuhan yang masih mendesak. Dia mencatat beberapa fasilitas penting masih kurang, seperti MCK (mandi, cuci, kakus) permanen, tempat tinggal sementara yang layak, dan perlengkapan pengungsian lengkap.
“Kehadiran kami di sini juga untuk mengetahui secara langsung apa saja yang masih dibutuhkan oleh masyarakat. Karena bencana ini baru terjadi, tentunya proses pemenuhan kebutuhan masih terus berjalan,” jelas Titiek. Dia berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar kebutuhan warga dapat dipenuhi dengan cepat.
Koordinasi Lintas Instansi
Kunjungan Kapolri dan Titiek adalah bagian dari upaya koordinasi pemerintah yang intens. Saat waktu yang sama, DPR RI juga mengirimkan tim khusus untuk meninjau dampak gempa di berbagai lokasi.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan bahwa pada 19 Agustus, pimpinan dan anggota DPR akan berangkat bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengevaluasi kebutuhan pembiayaan penanganan bencana.
Operasi pencarian masih berlangsung di sejumlah area yang belum sepenuhnya terjangkau. Tim gabungan TNI-Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan SAR Nasional (Basarnas) bekerja tanpa henti. Koordinasi lintas instansi ini menjadi kunci untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan dalam memberikan pertolongan dan bantuan kepada korban.
Titiek mengapresiasi dedikasi para petugas dari berbagai lembaga dan relawan yang telah turun ke lapangan. Harapannya, tidak hanya korban jiwa yang tertangani dengan baik, tetapi juga fasilitas publik dan rumah warga yang rusak dapat diperbaiki sesegera mungkin agar kehidupan normal kembali terwujud.
Operasi penanganan gempa NTT ini menunjukkan bahwa respons pemerintah mulai mengakselerasi. Namun, tantangan besar masih di depan—terutama dalam fase pemulihan jangka menengah dan penataan kembali infrastruktur yang hancur. Koordinasi yang ketat antara Polri, DPR, kementerian, dan pemerintah daerah akan menentukan seberapa cepat masyarakat Flores dapat kembali bangkit dari musibah ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.