Dari perkenalan singkat itu, hubungan mereka berkembang lebih serius. Tiga tahun setelah pertemuan tersebut, Naoko menikah dengan Soekarno di Indonesia pada 1962.
Setelah memeluk agama Islam, Soekarno memberi nama Indonesia kepada Naoko: Ratna Sari Dewi Soekarno. Nama itu berasal dari bahasa Jawa-Sanskerta dan dimaknai sebagai “inti permata seorang dewi”.
Pernikahan yang melahirkan Kartika Sari Dewi
Perjalanan rumah tangga Soekarno dan Ratna Sari Dewi kemudian dikaruniai seorang putri, Kartika Sari Dewi Soekarno, yang lahir pada 7 Maret 1967. Bagi keluarga ini, tanggal itu menjadi penanda penting di tengah dinamika politik dan kehidupan pribadi yang menyertai Soekarno.
Setelah Soekarno meninggal dunia pada 1970, Ratna Sari Dewi memilih untuk tidak menikah lagi. Keputusan itu menutup satu bab besar dalam hidupnya, tetapi tidak menghapus jejak hubungan mereka yang masih sering diingat publik hingga kini.
Kehadirannya di Istana Merdeka pada HUT ke-81 RI juga mengingatkan kembali betapa kuatnya hubungan personal dan sejarah politik dalam kisah Soekarno. Satu kunjungan, dan memori lama ikut terbuka lagi.
Di sela perayaan kemerdekaan, nama Soekarno kembali disebut bukan hanya sebagai proklamator dan presiden pertama, tetapi juga sebagai sosok yang pernah menjadi bagian dari hidup perempuan asal Tokyo itu. “Ada koleksi (foto) Bapak juga banyak sudah (hilang), ya. Sayang sekali,” kata Dewi, menyisakan nada haru di tengah suasana perayaan negara.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.