Munculnya granat di tengah kawasan padat penduduk tentu membuat bulu kuduk berdiri. Polisi kini mulai bekerja di balik layar, menelusuri bagaimana benda sisa perang atau latihan militer bisa sampai ke tangan seorang pemulung di Tambun. Mereka melakukan pemeriksaan mendalam, mulai dari mencari saksi di sekitar tempat kejadian hingga meneliti jejak benda tersebut.
Wuryanti menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh. Fokus utama kepolisian saat ini adalah memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga dan mencari tahu siapa pemilik atau bagaimana granat tersebut bisa terbuang begitu saja di tempat umum. “Kami sedang dalami terus dari mana asalnya,” ujarnya singkat di tengah kesibukan koordinasi pasca-evakuasi.
Bagi warga yang beraktivitas di Jalan Toyogiri, insiden ini menjadi peringatan keras. Lingkungan yang tampak tenang bisa saja menyimpan bahaya tersembunyi. Polisi meminta masyarakat untuk tidak panik, namun tetap menaruh kewaspadaan ekstra terhadap benda-benda asing di lingkungan sekitar.
Jika ada orang yang menemukan logam mencurigakan, apalagi bentuknya menyerupai amunisi atau bahan peledak, aturan mainnya sederhana: jangan disentuh, jangan dipindah, dan jangan diotak-atik.
Satu langkah ceroboh bisa berakibat fatal bagi banyak nyawa. Masyarakat diminta segera menghubungi kantor polisi terdekat jika menemukan benda serupa di masa mendatang. Biarkan tim ahli yang menanganinya dengan prosedur standar.
Saat ini, lokasi penemuan sudah dinyatakan steril dan situasi di Tambun Selatan sudah kembali dalam kendali penuh aparat kepolisian. Sementara itu, barang bukti granat masih berada di bawah pengawasan ketat tim Gegana untuk menjalani uji laboratorium lebih lanjut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.