Selasa, 18 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Sertifikat TLS Rusia Dicabut, Situs Bank dan Pemerintah Rentan

Sertifikat TLS Rusia dicabut membuat situs bank rentan
Pencabutan sertifikat TLS Rusia memicu risiko baru bagi bank, email, dan sistem internal di Rusia. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — sertifikat TLS Rusia dicabut untuk ribuan domain sejak Juni 2026, dan dampaknya mulai menjalar ke bank, email, serta sistem internal di Rusia. GlobalSign, otoritas sertifikat asal Jepang, disebut menarik sertifikat TLS yang sebelumnya sudah diterbitkan untuk perusahaan-perusahaan Rusia saat sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa mulai diterapkan lebih ketat.

Ukraina menilai kondisi ini membuat situs-situs Rusia lebih mudah diserang. Bagi pengguna, risikonya bukan cuma soal laman yang gagal dibuka. Sejumlah layanan yang selama ini dipakai untuk transaksi, komunikasi, dan administrasi bisa ikut tersendat karena sertifikat yang dipakai tidak lagi dipercaya browser arus utama.

GlobalSign cabut ribuan sertifikat sejak Juni

Dalam laporan TechRadar Pro, pencabutan dimulai pada 13 Juni 2026 ketika GlobalSign melakukan force-revoke terhadap TLS certificates yang sebelumnya diterbitkan untuk perusahaan Rusia.

Cabutnya sertifikat itu berkaitan dengan aturan baru CA/Browser Forum yang mulai berlaku pada 4 Mei, yang membuat penyaringan terhadap daftar sanksi OFAC dan BIS Amerika Serikat serta daftar sanksi Uni Eropa menjadi wajib bagi otoritas sertifikat.

Perubahan itu membuat tangan penyedia sertifikat praktis terikat. Cabang lokal GlobalSign di Rusia menyebut mereka tidak bisa memengaruhi keputusan perusahaan induk. Dampaknya, domain-domain Rusia masuk ke situasi yang sulit: layanan tidak lagi berjalan mulus di browser umum, sementara kepercayaan terhadap sertifikat asing menurun tajam.

Foreign Intelligence Service of Ukraine pada 12 Agustus menyebut pencabutan ini membuat sistem internal, email, dan perbankan Rusia terekspos karena tidak ada sertifikat yang diakui secara internasional untuk domain-domain mereka. Lembaga itu juga mengatakan layanan negara Rusia, termasuk Federal Tax Service, makin sering gagal dibuka di Chrome, Firefox, dan Safari.

Bank, email, dan layanan pajak ikut terdampak

Menurut bahan sumber, sekitar 90% pasar Rusia masih bergantung pada sertifikat yang diterbitkan pihak asing. Angka itu penting. Artinya, pencabutan sertifikat bukan cuma persoalan teknis kecil, melainkan bisa mengganggu jalannya layanan yang dipakai sehari-hari oleh perusahaan, bank, dan instansi negara.

TechRadar Pro menyebut gelombang pertama berdampak pada sekitar 15,000-20,000 domain. Gelombang kedua lebih spesifik, menyasar 310 domain dari 44 perusahaan, termasuk nama besar seperti Rosneft, Gazprombank, Alrosa, dan Positive Technologies.

Bagi operator layanan, reconfiguring infrastruktur bisa memakan biaya hingga 10 to 50 million rubles dan waktu sampai enam bulan, menurut estimasi pihak Ukraina.

Di titik ini, dampak paling terasa justru ada pada pengguna akhir. Ketika sertifikat tak lagi dipercaya browser, akses ke situs bisa macet, peringatan keamanan muncul, dan proses login atau pengiriman data jadi lebih rawan terganggu. Untuk bank dan email, masalahnya bisa berantai. Satu layanan gagal, layanan lain ikut terseret.

Rusia dorong sertifikat root sendiri

Sejumlah pemilik domain Rusia kemudian berpindah ke otoritas sertifikat lain. Beberapa disebut sempat memakai HARICA di Yunani sebelum beralih ke TrustAsia dari China, yang kini menyediakan sertifikat untuk entitas negara Rusia. Di sisi lain, pemerintah Rusia mendorong alternatif lokal berupa root certificate milik negara yang harus dipasang manual oleh pengguna.

Kementerian Digital Rusia menyebut pemasangan manual root certificate itu aman dan tidak memengaruhi fungsi perangkat.

Tapi peneliti keamanan sudah memperingatkan sejak 2022 dan kembali pada 2026 bahwa root yang dikendalikan negara bisa disalahgunakan untuk HTTPS traffic interception dan man-in-the-middle attacks. Isunya sensitif.

Kalau kepercayaan browser digeser ke sertifikat domestik, akses internet Rusia bisa makin terpisah dari sistem global.

Moskow juga merekomendasikan Yandex Browser karena sudah membawa root domestik di dalamnya. Namun, narasi Ukraina menyebut opsi itu rentan freeze dan cache failures serta tidak memberi perlindungan data yang berarti. Dalam situasi seperti ini, perang siber dan sanksi saling dorong ke titik yang sama: layanan Rusia makin bergantung pada perangkat lunak dan trust root milik sendiri.

TechRadar Pro menulis bahwa pencabutan sertifikat ini bisa mempercepat keterputusan Rusia dari internet global. Dan kalau tren itu terus berlanjut, situs-situs .RU mungkin hanya akan berjalan mulus bagi pengguna yang memakai software Rusia dengan root negara yang sudah terpasang.

“ideal targets for hacker attacks,” kata Foreign Intelligence Service of Ukraine soal kondisi sistem internal, messenger, email, dan API perbankan Rusia.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 18 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis