JAKARTA — Fraksi Partai Golkar mengumumkan rotasi besar-besaran di jajaran pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) DPR RI melalui surat fraksi tertanggal 14 Agustus 2026. Pergantian itu mencakup dua posisi ketua komisi sekaligus beberapa wakil ketua, menandai penyusunan ulang struktur kepemimpinan internal jelang sidang tahunan MPR.
Ketua Fraksi M Sarmuji memastikan keputusan tersebut telah dilaporkan dalam rapat paripurna DPR. Perubahan struktural ini menunjukkan strategi Golkar dalam mengefisienkan distribusi kekuasaan komisi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi agenda legislatif yang lebih berat.
Dua Ketua Komisi Berganti
Hetifah Sjaifudian tidak lagi memimpin Komisi X (Komisi Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga). Posisinya diambil alih Agung Widyantoro, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Hetifah dipindahkan menjadi anggota Komisi VII Bidang Sosial Keagamaan berdasarkan perombakan internal fraksi.
Di Komisi XII (Komisi Perjuangan Veteran dan Pahlawan), Bambang Patijaya digantikan Melchias Markus Mekeng. Pergantian ini merefleksikan upaya Golkar untuk menyeimbangkan representasi antar-komisi di antara kader-kadernya yang memiliki basis organisasi luas di MKGR, Kosgoro, dan Soksi.
Rotasi Wakil Ketua dan Jabatan Lain
Selain ketua komisi, Golkar juga menggeser sejumlah wakil ketua. Agun Gunanjar Sudarsa menggantikan Zulfikar Arse Sadikin sebagai Wakil Ketua Komisi II (Komisi Pertahanan, Keamanan, dan Hubungan Luar Negeri).
Daniel Mutaqien Syafiuddin menjadi Wakil Ketua Komisi III (Komisi Hukum) menggantikan Sari Yuliati, sedangkan Hanan A Rozak ditunjuk Wakil Ketua Komisi IV (Komisi Pertanian) menggantikan Panggah Susanto.
Kosongnya posisi Wakil Ketua MKD akibat kepindahan Agung Widyantoro diisi Hasan Basri Agus dari fraksi Golkar. Langkah ini memastikan fraksi tetap memiliki representasi di lembaga disiplin internal dewan.
Sekretaris Fraksi dan Konteks Perombakan
Gde Sumarjaya Linggih ditunjuk menjadi Sekretaris Fraksi Partai Golkar menggantikan Sari Yuliati. Yuliati sendiri baru-baru ini naik jabatan menjadi Wakil Ketua DPR RI, menggantikan Adies Kadir yang diangkat hakim Mahkamah Konstitusi. Pergantian sekretaris fraksi ini memastikan struktur kepemimpinan fraksi tetap solid meski ada beberapa kader yang dipromosikan ke posisi di tingkat DPR.
Sarmuji mengakui perombakan internal fraksi Golkar tidaklah mudah. Banyak kader memiliki kaitan erat dengan organisasi pendiri Golkar, sehingga keputusan pemindahan atau pergantian harus mempertimbangkan keseimbangan politik internal. Dia bahkan meminta perlindungan dari Ketua Umum Golkar mengingat beban tanggung jawabnya sebagai sekjen partai yang merangkap ketua fraksi.
Timing pengumuman rotasi pimpinan ini bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menunjukkan kesengajaan Golkar dalam membangun momentum sebelum sidang tahunan MPR dan rencana legislatif berat di kuartal terakhir 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.