JAKARTA — Kasus cyclosporiasis masih naik di Amerika Serikat, meski pejabat kesehatan pemerintahan Trump menyebut penyebarannya sudah “contained” atau terkendali. Data federal justru menunjukkan wabah kecil yang sumber makanannya belum terlacak masih bertambah sejak pertama kali dilaporkan pada Juli.
Situasi ini penting karena infeksi parasit dari pangan segar sulit dilacak cepat. Gejalanya sering muncul terlambat, sementara produk yang terpapar bisa saja sudah telanjur habis dari rak toko.
Wabah besar melambat, yang kecil masih bertambah
Wabah terbesar bermula di Michigan pada Mei dan dikaitkan dengan selada iceberg terkontaminasi dari fasilitas Taylor Farms di Meksiko. Menurut data pejabat kesehatan negara bagian, laju kasus di wabah itu memang melambat selama sebulan terakhir.
Tapi di saat yang sama, wabah-wabah lebih kecil yang penyebab makanannya belum diketahui terus bertambah jumlahnya. Minggu lalu, U.S. Food and Drug Administration mengatakan kasus-kasus itu masih meningkat sejak pertama kali dilaporkan pada Juli.
FDA belum mencantumkan negara bagian tempat wabah kecil itu muncul, sehingga lokasi pastinya belum jelas. Badan itu menyebut masih menyelidiki kemungkinan penyebab dan produk yang mungkin terkait.
Pernyataan pejabat AS dan data di lapangan
Di tengah penyelidikan itu, pejabat kesehatan puncak pemerintahan Trump menegaskan pasokan pangan nasional tetap aman. Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy, Jr. bulan lalu mengatakan situasi itu “under control.”
“Americans should feel confident in eating fresh produce including leafy greens at this point. FDA remains confident that all iceberg lettuce related to the cyclospora outbreak has been effectively removed from the market,” kata penjabat komisioner FDA Kyle Diamantas kepada CNBC, Kamis lalu.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, atau HHS, juga menulis di X pada hari yang sama bahwa cyclospora sudah “contained” dan pangan Amerika “safe.”
Namun, juru bicara HHS kepada The Independent pada Selasa mengatakan respons federal dipandu bukti ilmiah dan pemerintah bekerja erat dengan dinas kesehatan negara bagian serta lokal untuk menemukan sumber paparan.
“Once FDA had a high degree of confidence that the outbreak was linked to Taylor Farms products, the agency engaged directly with the company and presented evidence supporting the need for public health action. Taylor Farms subsequently agreed to remove affected products from the market,” tulis juru bicara itu.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan cyclospora terus berjalan tanpa henti, CDC tetap mengumpulkan dan menganalisis data dari seluruh negeri, dan para penyelidik FDA tidak terdampak perubahan staf atau pengurangan tenaga kerja.
Angka kasus belum kecil
Menurut CDC, hampir 25.000 kasus cyclosporiasis tercatat di AS tahun ini. Dari jumlah itu, Michigan menjadi episentrum dengan hampir 14.000 kasus dan dua kematian, satu-satunya kematian sejauh ini akibat infeksi tersebut.
Kasus baru juga dilaporkan minggu ini di Hawaii, Wisconsin, dan Nebraska. Data FDA menunjukkan ada tiga wabah kecil lain yang jumlahnya total puluhan hingga ratusan kasus. Wabah terbesar di antara yang kecil itu bertambah 60 kasus bulan ini dan kini mencapai 172 orang sakit.
Cyclosporiasis umumnya dipicu produk segar yang terkontaminasi. Dalam wabah sebelumnya, parasit ini juga pernah ditelusuri ke ketumbar, raspberi, basil, dan kacang polong salju. Parasitnya hidup di kotoran manusia dan bisa ikut terbawa air di tanaman atau berpindah saat seseorang menangani hasil panen yang terkontaminasi.
Dampaknya ke publik cukup nyata. Sayuran hijau dan produk segar yang biasanya dianggap aman kini berada di bawah sorotan, sementara penelusuran sumber wabah makin rumit karena gejala cyclosporiasis sering baru muncul sekitar dua minggu setelah paparan. Saat itu, orang yang sakit bisa lupa apa yang mereka makan, dan produk pemicunya mungkin sudah hilang dari toko.
FDA juga menegaskan cyclospora tak bisa dilacak dengan metode pengujian lanjutan yang biasa dipakai untuk bakteri dan patogen.
Mantan komisioner FDA Scott Gottlieb sebelumnya mengatakan kepada Reuters, “FDA relies on whole genome sequencing to effectively fingerprint a pathogen to try to isolate a particular pathogen to a particular outbreak to a particular grower. You don’t have that in this case.”
Untuk mencegah infeksi, cara paling aman adalah memasak makanan hingga suhu 158 derajat Fahrenheit. Mencuci hasil panen dengan baik bisa menurunkan risiko paparan, meski tidak menghilangkan parasit sepenuhnya.
Dan selama sumber wabah kecil itu belum ditemukan, data baru dari FDA masih bisa berubah lagi pada pembaruan berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.