Bagi sistem keuangan, situasi seperti ini membuat bank harus lebih hati-hati menjaga ketersediaan kas. Bagi warga, rasa aman di bank justru melemah. Dan saat kepercayaan turun, efeknya bisa merambat ke perilaku menabung, pembayaran, sampai keputusan rumah tangga untuk menyimpan uang di rumah.
Perang Ukraina dan tekanan ke Rusia
Di sisi lain, Ukraina terus menekan Rusia lewat serangan drone dan operasi lain di medan perang maupun wilayah belakang garis depan. Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut Kyiv menargetkan setiap drone di garis depan dibekali kemampuan AI, bagian dari rencana membangun “AI-driven army” untuk identifikasi target, engagement, dan battle damage assessment.
Serangan ke infrastruktur energi juga masih terjadi. DTEK, perusahaan listrik Ukraina, menyebut sebuah pembangkit listrik termal di Ukraina tengah menghentikan operasi pada Selasa setelah mengalami kerusakan signifikan akibat serangan Rusia. Perusahaan itu tak menyebut nama pembangkitnya, tetapi mengatakan fasilitas termalnya telah diserang lebih dari 230 kali sejak invasi penuh dimulai pada 2022.
Tekanan lintas-bidang ini ikut membentuk suasana ekonomi dan keamanan yang rapuh. Ketika perang berlanjut, bank, fasilitas energi, dan warga sipil sama-sama masuk ke dalam lingkaran risiko yang makin lebar.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha juga kembali menekan Moskow lewat unggahan di X. “Putin continues to drag out the war instead of accepting Ukraine’s realistic ceasefire proposals and ending the bloodshed,” katanya. Ia menegaskan, selama Moskow menolak damai, Rusia harus menghadapi biaya yang makin besar melalui sanksi tambahan, isolasi, dan akuntabilitas atas kejahatan Rusia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.