Rabu, 19 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Penarikan Dana Rusia Capai 286,4 Miliar Rubel, Bank Terguncang

Penarikan dana Rusia memicu antrean dan tekanan bank
Penarikan dana Rusia mencapai 286,4 miliar rubel dalam dua pekan pertama Agustus. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Penarikan dana Rusia dari bank-bank nasional mencapai 286,4 miliar rubel atau setara $3,4 miliar pada dua pekan pertama Agustus. Lonjakan ini terjadi saat serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia makin intens dan memicu kekhawatiran soal keamanan simpanan di perbankan.

Data itu dikutip The Washington Post dari Bank Sentral Rusia. Dampaknya mulai terasa ke likuiditas bank, sementara warga Rusia disebut makin memilih memegang uang tunai ketimbang menyimpannya di rekening.

Tarik tunai besar-besaran di bank Rusia

The Washington Post melaporkan, arus keluar uang tunai di Rusia kini berada pada level rekor. Kekhawatiran publik menguat bahwa Kremlin bisa mengambil langkah untuk menyita uang demi membiayai perang dengan Ukraina.

Alexandra Prokopenko, mantan penasihat Bank Sentral Rusia, menilai penarikan dana Rusia itu memperlihatkan tingkat ketakutan yang tinggi di masyarakat.

Ia mengatakan, “It means people have no trust in the Russian banking system or in the Russian financial system,” dan menambahkan, “This is all a consequence of the fear that the government will do something with the banking system, that it could nationalise deposits.”

Seorang mantan pejabat senior keuangan Rusia yang berbicara kepada surat kabar itu juga menggambarkan suasana serupa. “Drones are flying. Things are burning down. Nervousness is growing,” katanya. Ia menambahkan bahwa orang-orang kini merasa perlu menyimpan uang “under my pillow” alih-alih di bank yang mungkin tak bisa mengembalikannya.

Masalah likuiditas mulai muncul

Penarikan massal ini tidak berhenti di level psikologis. Menurut mantan pejabat itu, sejumlah bank Rusia mulai menghadapi masalah likuiditas karena mereka tak menduga penarikan dana Rusia akan sebesar ini. Dana tunai yang mereka miliki sudah lebih dulu ditempatkan ke aset atau penyaluran lain.

“For some banks this really is a problem,” ujarnya. Ia menambahkan, arus keluar itu mencapai “half a trillion rubles a month.” Kalimat itu memberi gambaran betapa cepat tekanan muncul saat publik memilih menarik uang dalam jumlah besar.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda