Lubang Besar dalam Ekonomi
Kerugian ekonomi ini bukan lagi sekadar potensi, melainkan kenyataan pahit. Sebuah riset yang dipesan oleh Higher Education Policy Institute (HEPI) dan Kaplan International Pathways mengungkapkan kerugian finansial yang sangat masif.
Penurunan jumlah siswa luar negeri tahun pertama selama dua tahun akademik terakhir telah menghilangkan sekitar £2,9 miliar atau setara US$3,89 miliar dari ekonomi Inggris.
Perubahan kebijakan imigrasi, termasuk larangan membawa tanggungan bagi sebagian besar mahasiswa, diprediksi menyumbang penurunan jumlah mahasiswa internasional tahun pertama 2024-25 sebanyak 54.500 orang. Total populasi mahasiswa internasional yang memulai kursus di Inggris pun tercatat hanya 685.565 orang untuk periode tersebut.
Analisis tersebut tidak hanya menghitung biaya kuliah semata. Kerugian yang diderita ekonomi lokal mencakup hilangnya pengeluaran harian mahasiswa selama tinggal di Inggris, hingga berkurangnya kunjungan keluarga dan kerabat yang selama ini rutin menyuntikkan uang ke sektor ritel dan jasa.
Bagi banyak universitas, model pendanaan yang selama ini mengandalkan “subsidi silang” dari siswa internasional kini terancam tidak lagi berkelanjutan.
Kini, tantangan besar berada di pundak para pengelola kampus. Mereka harus memutar otak mencari cara agar tetap bisa beroperasi normal di tengah aturan imigrasi yang kian menyempitkan ruang gerak. Jika tren 11 persen ini tidak segera dibendung, kampus-kampus ternama Inggris bukan tidak mungkin akan mengalami krisis likuiditas yang lebih dalam pada semester mendatang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.