JAKARTA — Brendan Carr kembali jadi sorotan setelah dokumen kalender yang baru dirilis menunjukkan Ketua Federal Communications Commission itu melakukan sedikitnya delapan kunjungan ke Gedung Putih dan tiga kali panggilan terjadwal dengan pejabat senior pemerintah antara 12 Maret 2025 dan 11 Februari 2026.
Catatan itu juga memuat pertemuan dengan tokoh media konservatif saat ia memimpin lembaga pengatur tersebut.
Temuan ini penting karena FCC mengawasi urusan yang menyangkut izin siaran, spektrum, dan keputusan regulasi lain yang bisa berdampak luas ke industri media. Saat akses ke pejabat Gedung Putih tampak begitu rapat, pertanyaan soal jarak antara regulator dan kekuasaan politik ikut menguat.
Catatan pertemuan Brendan Carr di Gedung Putih
Dokumen itu diperoleh lewat gugatan Freedom of Information Act yang diajukan organisasi advokasi Democracy Forward. Menurut laporan The Guardian, arsip kalender menunjukkan jadwal Carr dipenuhi kontak tingkat tinggi dengan pemerintahan dan eksekutif penyiaran yang condong ke kanan.
Dan McGrath, penasihat khusus untuk pengawasan di Democracy Forward, mengatakan kepada The Guardian, “These records show a remarkable breadth of access to FCC leadership for this administration’s political allies, conservative media figures, and powerful industry interests, including companies and organizations with business before the commission,”.
Ia menambahkan, “This raises serious questions about whether the FCC is operating as an independent regulator, or whether political relationships and industry influence have become too intertwined with its decision-making.”
Menurut log kalender, Carr bertemu di Gedung Putih setidaknya delapan kali dalam rentang waktu itu. Ia juga menjalani tiga percakapan telepon terjadwal dengan pejabat cabang eksekutif, termasuk dua diskusi dengan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.
Sejumlah catatan spesifik muncul di dokumen. Pada 2 Juni 2025, Carr dijadwalkan menghadiri pertemuan bertanda “WH mtg”. Catatan terpisah pada musim panas itu menyebut Nick Luna, deputy chief of staff for strategic implementation, akan “call BC cell.”
Pada 29 Agustus 2025, Carr mengatur pertemuan “White House deputies” yang berfokus pada “FAA/Spectrum issues” bersama kepala stafnya, Greg Watson, dan penasihat senior Arpan Sura. Lalu pada November 2025, log mencatat pertemuan “Drones – Principals meeting”.
Pertanyaan soal independensi FCC
Di Februari 2026, jadwal menunjukkan panggilan selama 15 menit dengan catatan “Secretary Kennedy to call Chairman Carr Directly,” merujuk pada Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr.
Pada bulan yang sama, Carr bertemu di West Wing dengan Direktur Domestic Policy Council Vince Haley dan mengunjungi Departemen Kehakiman untuk berbicara dengan Omeed Assefi, acting assistant attorney general untuk divisi antitrust.
Rangkaian kontak itu muncul saat Carr menghadapi sorotan atas independensi lembaganya. ABC, dalam gugatan yang diajukan Selasa, menyoroti dukungan publik Carr terhadap pemerintahan setelah ia memerintahkan jaringan itu mengajukan lebih awal perpanjangan delapan izin siaran lokal.
Arahan itu datang tak lama setelah Presiden Donald Trump dan Melania Trump menyerukan tindakan terhadap ABC atas lelucon larut malam Jimmy Kimmel, menurut laporan The Guardian.
Dampaknya bukan sekadar soal satu pejabat dan satu lembaga. Bagi industri penyiaran, catatan seperti ini menyentuh urusan yang sangat sensitif: siapa yang punya akses, siapa yang didengar, dan seberapa jauh keputusan regulator bisa lepas dari tekanan politik.
Untuk publik, pertanyaannya sederhana tapi tajam. Masih seindependen apa FCC ketika jadwal pimpinannya dipenuhi pertemuan dengan lingkar kekuasaan dan media yang berkepentingan langsung dengan kebijakan lembaga itu?
Carr sendiri berulang kali menolak mengomentari komunikasi dengan cabang eksekutif. “As a general rule, we don’t get into any discussions that happen with the White House or don’t happen with the White House,” kata Carr kepada Politico reporter Dasha Burns dalam wawancara terbaru.
Saat didesak apakah ia berbicara dengan presiden terkait perintah lisensi ABC, Carr menjawab, “As a general matter, I don’t speak publicly about conversations with the White House, or whether they happen or don’t happen.”
Carr juga berbeda dari norma regulasi masa lalu karena secara terbuka menolak gagasan bahwa FCC berfungsi sebagai entitas independen, seraya menyatakan presiden memiliki kewenangan untuk memberhentikan komisaris.
Di luar pertemuan resmi, email internal menunjukkan ia aktif menawarkan diri ke media konservatif.
Pada April 2024, Carr mengirim email kepada booker program Fox News “Fox & Friends” untuk membahas isu legislatif seputar TikTok, dan menulis, “No worries at all if there’s nothing that makes sense.”
Booker itu sempat menyebut belum ada slot yang cocok, tetapi menawarkan Carr untuk hadir di siaran berikutnya. Catatan terbaru ini membuat perhatian terhadap relasi Carr, Gedung Putih, dan media konservatif belum akan cepat reda.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.