SINGAPURA — Perennial Living resmi membuka fasilitas perawatan lanjut usia (assisted living) pertama swasta di Singapura dengan tarif mulai dari sekitar SGD8,000 (Rp94 juta) per bulan setelah diskon early bird. Kompleks seluas 195,000 kaki persegi di 28 Parry Avenue, Kovan, ini menampilkan 200 unit apartemen, pusat wellness, dan restoran all-day dining bernama The Olive.
Paket dasar mencakup akomodasi, layanan kebersihan, perawatan linen, makanan inti, akses ke fasilitas, dan program sosial-wellness. Apartemen tersedia dalam empat tata letak dari 302 hingga 569 kaki persegi, dengan harga akhir ditentukan oleh ukuran, layout, lantai, dan arah hadap unit.
Saat peluncuran pada 28 Agustus 2025, Perennial menetapkan paket dasar pada SGD8,900 hingga SGD17,000 (Rp104 juta–Rp200 juta) per bulan. Pengembang kemudian menawarkan diskon early bird 20% untuk 40 unit pertama, menurunkan tarif masuk ke sekitar SGD8,000 per bulan.
Layanan Kesehatan Komprehensif
Perennial Wellness melayani pasien rawat jalan dan penghuni dengan pusat medis Barat, pusat pencitraan (X-ray dan ultrasound), pusat rehabilitasi dan kebugaran tingkat rumah sakit, serta pusat TCM (Traditional Chinese Medicine). Perusahaan mengklaim memiliki kolam hidrotherapy terbesar di Singapura.
Lantai rehabilitasi dilengkapi peralatan robotik dan konvensional seperti di rumah sakit, ditambah studio GymTonic swasta pertama Singapura. Penghuni mendapat akses ke panel spesialis on-site, termasuk ahli jantung, urolog, dokter rehabilitasi, dan dokter manajemen nyeri.
Setiap apartemen dilengkapi sistem pintar: tirai otomatis, pencahayaan sensor gerak, respons darurat 24 jam, monitor tanda vital di samping tempat tidur, deteksi jatuh, dan akses masuk pengenalan wajah, dengan opsi akses kamera in-unit untuk anggota keluarga.
Fase Kedua dan Rencana Okupansi
Fase dua—100 suite perawatan keperawatan—terbuka untuk pemesanan dan dijadwalkan mulai operasi pada kuartal keempat 2026.
Paket perawatan keperawatan dasar dimulai dari SGD7,600 (Rp89 juta) per bulan dengan dukungan keperawatan 24 jam, bantuan aktivitas hidup sehari-hari, pemberian obat, tinjauan dokter, dan terapi rehabilitasi.
Suite berkisar 212 hingga 374 kaki persegi dan dapat dipesan untuk menginap respite sesingkat tiga hari.
Pua Seck Guan, ketua eksekutif dan CEO Perennial Holdings, mengatakan populasi yang menua menciptakan peluang untuk “mendefinisikan ulang seperti apa kehidupan lansia dapat terlihat.” Dia memberitahu The Straits Times bahwa pengembang menargetkan okupansi 30% pada Agustus 2027 dan 80% dalam dua tahun setelah pembukaan, dengan break-even pada periode yang sama.
Investasi Besar dan Seleksi Tender
Perennial membangun proyek senilai SGD260 juta (Rp3,1 triliun) di atas lahan sewa 60 tahun yang diperoleh pada Juni 2023 melalui tender bersama Kementerian Kesehatan Singapura dan Urban Redevelopment Authority. Perennial mengajukan penawaran SGD71,99 juta (Rp849 miliar) melawan proposal dari United Medicare dan konsorsium yang dipimpin Evia Real Estate dan Allium Healthcare.
Singapura sebelumnya membuka proyek assisted living publik pertama, Community Care Apartments, di Bukit Batok pada Februari 2021, menggabungkan perumahan ramah lansia dengan layanan perawatan yang dapat disesuaikan seiring perubahan kebutuhan penghuni.
Konteks Demografis Singapura
Singapura memiliki GDP per kapita tertinggi di Asia Tenggara, diproyeksikan sekitar $99,000 untuk 2026, jauh melampaui Brunei (ekonomi berikutnya terkaya di wilayah dengan $35,410).
Warga Singapura berusia 65 tahun ke atas mencapai 18,4% dari populasi pada Juni 2022, naik dari 17,6% setahun sebelumnya, dan diproyeksikan mencapai 23,8% pada 2030. Demografi yang menua ini mendorong permintaan akan fasilitas perawatan berstandar tinggi.
Inovasi Perawatan Demensia
Perennial mengalihkan model perawatan demensia dari Alzheimer’s Care Village-nya di Xi’an, yang dipresentasikan sebagai fasilitas sejenis pertama China dan keenam di dunia.
Dua blok assisted living dan sebagian blok keperawatan dialokasikan untuk penghuni dengan demensia, yang juga menerima terapi TCM berfokus demensia sebagai intervensi non-obat.
Penghuni dapat menggunakan Music Bus (bus bersejarah full-size dengan jukebox, fonograf, dan piano), Travel Shop, dan Hair Salon Bus. Taman dirancang dengan jalur loop berkelanjutan, stasiun bus berfungsi, bilik telepon, dan kotak pos untuk mengirim kartu pos.
Calon penghuni harus berusia minimal 65 tahun dan berkomitmen pada tinggal minimum tiga bulan di assisted living. Makanan di The Olive, yang terbuka untuk umum, berasal dari koki dan ahli gizi in-house yang memanfaatkan dapur pusat Wilmar International, perusahaan agribisnis tercatat Singapura dan pemegang saham kunci Perennial, yang telah berkolaborasi dengan pengembang sejak tender dimenangkan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.