Tanpa pembenahan infrastruktur yang sistematis, ia yakin kejadian serupa hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali terulang.
Desakan Perubahan Sistemik
Bukan hanya soal kejadian di Jakarta, Komisi V mendorong pemerintah melakukan audit serta penyelesaian terhadap seluruh perlintasan sebidang di Indonesia. Masalah ini bersifat nasional.
Banyak perlintasan, baik yang berstatus resmi maupun liar, dibiarkan begitu saja tanpa standar pengamanan yang mumpuni. Bagi warga yang melintas, risiko kecelakaan di titik-titik tersebut merupakan taruhan nyawa setiap harinya.
Dua kecelakaan dalam satu hari di jalur Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang menjadi bukti betapa luasnya celah kerentanan ini. Kondisi geografis yang padat dan aktivitas penduduk yang tinggi di sekitar rel membuat perlintasan sebidang menjadi area paling krusial untuk segera dibenahi. Pemerintah diharapkan tidak lagi menunggu adanya korban jiwa untuk melakukan perbaikan.
Lasarus menekankan agar pemerintah tidak lagi menunda upaya perbaikan menyeluruh pada titik-titik perlintasan tersebut. Harapannya, insiden yang menimpa DK dan Ishak menjadi pengingat terakhir sebelum langkah preventif benar-benar diterapkan secara nasional.
Kini, perhatian publik tertuju pada sejauh mana Kementerian Perhubungan dan PT KAI mampu merespons desakan DPR untuk mengubah wajah perlintasan kereta di tanah air menjadi lebih aman bagi semua pengguna jalan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.