Selain tarif per kWh, pelanggan listrik reguler juga perlu memahami konsep Rekening Minimum (RM) yang diterapkan PLN. Konsep ini memastikan bahwa pelanggan membayar sejumlah minimum tertentu meskipun penggunaan listriknya sangat rendah.
Perhitungannya adalah sebagai berikut:
- RM1 = 40 Jam Nyala x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian
- RM2 = 40 Jam Nyala x Daya tersambung (kVA) x Biaya LWBP
Ini berarti, akan ada tagihan minimum yang harus dibayar, meskipun tidak ada pemakaian listrik sama sekali dalam sebulan.
Tips Menghemat Penggunaan Listrik
Dengan adanya penetapan tarif ini, efisiensi penggunaan listrik tetap menjadi kunci untuk mengendalikan pengeluaran bulanan. Bagi pelanggan rumah tangga 900 VA, mematikan alat elektronik saat tidak digunakan dan beralih ke lampu LED adalah langkah sederhana namun efektif. Untuk rumah tangga dengan daya 2200 VA ke atas, menghindari penggunaan alat elektronik berdaya besar secara bersamaan, seperti AC, mesin cuci, dan setrika, dapat mengurangi beban puncak.
Sementara itu, bagi pelanggan bisnis dan industri yang menggunakan sistem WBP/LWBP, sangat disarankan untuk menggeser sebagian besar aktivitas konsumsi listrik ke jam-jam LWBP karena tarifnya lebih ekonomis. Penggunaan token listrik juga dapat membantu mengontrol pengeluaran karena memudahkan pemantauan langsung penggunaan dan sisa pulsa.
Kestabilan tarif listrik untuk periode Juli-September 2026 ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dalam perencanaan anggaran rumah tangga maupun operasional bisnis.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.