Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Kesal Diklakson, Pemotor Piting Pengemudi Mobil di Jagakarsa Jaksel

Kesal Diklakson, Pemotor Piting Pengemudi Mobil di Jagakarsa Jaksel
Kesal Diklakson, Pemotor Piting Pengemudi Mobil di Jagakarsa Jaksel

JAKARTA — Video pemotor piting pengemudi mobil di depan SPBU Jagakarsa, Jakarta Selatan, viral di media sosial setelah adu mulut di jalan itu berubah jadi penganiayaan. Peristiwa ini disebut terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam rekaman yang beredar, pemotor tampak mengunci leher pengemudi mobil dari belakang. Beberapa orang sempat turun tangan untuk melerai, tetapi pria di atas motor itu masih mempertahankan cekikannya sampai korban terlihat kesulitan bernapas.

Awal perselisihan di jalan sempit Jagakarsa

Keterangan polisi menyebut cekcok bermula saat pengendara motor hendak menyalip mobil. Pengemudi mobil kemudian membunyikan klakson, dan respons itu memicu kemarahan dari pemotor. Dari situ, perselisihan berkembang cepat menjadi aksi kekerasan.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan korban mengalami luka setelah dipukul dan dicekik berulang kali. Ia menyebut kondisi korban sempat memunculkan luka memar di wajah dan dada sesak.

"Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul korban berkali-kali dan mencekik atau piting korban dari belakang yang mengakibatkan luka memar di sekitar wajah dan dada sesak," kata Nurma, Jumat (21/8/2026).

Video viral, polisi bergerak

Rekaman kejadian itu menyebar luas dan memancing perhatian warganet karena memperlihatkan bagaimana pertengkaran singkat di jalan berubah menjadi tindak kekerasan fisik. Lokasinya pun langsung dikenali karena terjadi di area depan SPBU Jagakarsa, titik yang ramai dilalui kendaraan pada sore hari.

Di banyak kasus serupa, klakson sering dianggap hal sepele di jalan. Tapi dalam peristiwa ini, suara pendek itu justru jadi pemantik emosi. Dari sumber polisi, salah paham saat berkendara menjadi awal dari rangkaian tindakan yang berujung pada dugaan penganiayaan.

"Berawal selisih salah paham dalam berkendara. Di mana, korban membawa mobil dan pelaku membawa motor hendak menyalip dan diklakson oleh korban dan tidak terima dan langsung memberhentikan memalangi mobil," ujar Nurma.

Korban melapor, pelaku masih dicari

Polisi menyebut korban telah melaporkan kejadian itu. Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan mengidentifikasi pelaku yang terekam dalam video tersebut.

Nurma menyampaikan pihaknya menyiapkan langkah lanjutan untuk menelusuri identitas pemotor. "Rencana tindak lanjut mengidentifikasi pelaku dan melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Bagi pengguna jalan di Jakarta dan kota besar lain, peristiwa ini jadi pengingat bahwa gesekan kecil di jalan bisa berakhir panjang kalau emosi menang lebih dulu. Satu klakson, satu manuver salip, lalu situasi berubah dalam hitungan detik. Di jalan yang padat, jarak aman dan kepala dingin sering kali jauh lebih penting daripada rasa benar sesaat.

Kasus ini juga menunjukkan bagaimana rekaman warga bisa mempercepat perhatian publik sekaligus membantu polisi menelusuri peristiwa yang terjadi di ruang terbuka. Dengan video yang sudah telanjur beredar luas, proses identifikasi pelaku kini menjadi titik penting berikutnya dalam penyelidikan.

Nurma belum mengumumkan identitas pelaku. Namun, dari keterangan yang sudah disampaikan, polisi telah memegang waktu kejadian, lokasi, dan gambaran awal penyebab perselisihan yang berujung pada penganiayaan di depan SPBU Jagakarsa itu.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda