JAKARTA — valuasi olahraga kembali mencuri perhatian setelah Leigh Steinberg, agen olahraga legendaris sekaligus pendiri Leigh Steinberg Foundation, menyoroti lonjakan nilai klub-klub profesional dalam percakapan dengan Romaine Bostick di program The Close, Bloomberg. Sorotan utamanya jatuh ke proses penjualan Los Angeles Lakers yang saat ini disebut bernilai $12,5 miliar.
Angka itu membuat skala bisnis olahraga terasa jauh berbeda dari era ketika Steinberg memulai kariernya pada 1976. Saat itu, menurut dia, tim ekspansi NFL dibeli seharga $16,5 juta. Kini, penjualan franchise bisa tembus miliaran dolar. Jaraknya bukan lagi sekadar besar. Jauh sekali.
Valuasi olahraga naik, dan Lakers jadi contoh paling jelas
Steinberg memakai Lakers sebagai contoh paling terang untuk menggambarkan bagaimana valuasi olahraga bergerak dalam beberapa dekade terakhir. Waralaba yang dulu dipandang sebagai aset hiburan kini berubah menjadi instrumen bisnis bernilai sangat besar, dengan basis penggemar, hak siar, dan daya tarik global yang ikut mengerek harga.
Dalam wawancara itu, Steinberg tidak sekadar bicara soal satu tim. Ia menempatkan Lakers dalam peta yang lebih besar: industri olahraga yang semakin mahal, semakin kompetitif, dan semakin dilihat sebagai aset premium.
Ketika sebuah klub basket bisa dihargai $12,5 miliar, pasar jelas sedang memberi sinyal bahwa nilai sport franchise terus menanjak, bahkan melampaui bayangan banyak orang di luar bisnis ini.
Apa artinya bagi industri olahraga
Bagi industri, lonjakan seperti ini menandakan semakin kuatnya posisi olahraga sebagai bisnis global. Klub tidak lagi dinilai dari performa di lapangan saja. Ada ekosistem lain yang ikut menentukan harga: merek, penonton, ruang komersial, hingga daya tawar di meja negosiasi. Lakers, dalam konteks itu, menjadi contoh yang sulit diabaikan karena mereknya sudah melintas batas kota dan negara.
Untuk para pembeli potensial, valuasi setinggi itu juga mengubah cara masuk ke pasar. Modal yang dibutuhkan makin besar, sehingga kepemilikan klub cenderung bergeser ke kelompok dengan sumber daya finansial sangat kuat. Pasar pun makin selektif. Tidak semua orang bisa ikut bermain di level ini, dan itulah yang membuat setiap transaksi besar langsung menarik perhatian.
Dari sisi publik, angka $12,5 miliar memberi gambaran bahwa dunia olahraga profesional bergerak ke arah yang semakin mahal dan semakin terhubung dengan bisnis hiburan kelas atas. Itu berarti hak siar, sponsor, dan nilai komersial lain akan terus jadi medan perebutan.
Penonton mungkin melihat pertandingan seperti biasa, tetapi di belakang layar, harga sebuah tim bisa naik berkali-kali lipat tanpa banyak tanda di permukaan.
Steinberg berbicara di The Close bersama Romaine Bostick dengan nada yang menegaskan perubahan itu sebagai sesuatu yang nyata, bukan sekadar tren sesaat. Ia membandingkan masa lalu dan masa kini lewat angka yang kontras, lalu meninggalkan satu pesan yang sulit dibantah: pasar olahraga sudah memasuki level valuasi yang dulu nyaris tak terbayangkan.
Dan jika transaksi Lakers benar-benar terus bergerak pada level tersebut, pasar klub olahraga lain kemungkinan akan kembali diukur dengan standar yang makin tinggi pula.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.