KYIV — Setidaknya 15 orang tewas dan lebih dari 130 lainnya terluka dalam serangan drone Rusia yang menghantam pusat perbelanjaan di kota Kryvyi Rih, Ukraina, pada Jumat (21/8). Presiden Volodymyr Zelenskiy langsung menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan barbarisme” dan menjanjikan pembalasan.
Yang membuat serangan itu semakin memicu kemarahan adalah taktik “double-tap”—serangan pertama diikuti serangan kedua sekitar 30 menit kemudian, tepat saat layanan darurat tiba membantu korban. Zelenskiy mengatakan ini adalah taktik sengaja untuk menargetkan petugas penyelamat.
Gubernur regional Oleksandr Hanzha menyampaikan data korban yang lebih detail: 22 anak-anak berada di antara para terluka, sementara 29 orang dalam kondisi serius, termasuk lima anak. “Ada 22 anak di antara yang terluka dan kondisi 29 orang sangat serius,” katanya melalui pernyataan resmi.
Serangan siang hari ini meninggalkan bekas luka di kota kelahiran Zelenskiy itu. Hanzha membagikan foto asap hitam pekat membumbung dari bangunan industri besar yang menjadi lokasi pusat perbelanjaan.
Zelenskiy: Serangan Ini Adalah Tindakan Teror
Melalui Telegram, Zelenskiy menyatakan kemarahannya dengan bahasa yang kuat. “Serangan ini benar-benar keji dan tercela. Dua drone Rusia—satu terbang masuk, kemudian 30 menit kemudian drone kedua. Mereka tahu layanan darurat akan tiba dan mereka ingin membunuh mereka,” tulis presiden Ukraina itu.
“Serangan semacam ini tidak lain adalah tindakan teror,” lanjut Zelenskiy sambil menekankan bahwa dunia internasional harus mempertanggungjawabkan Rusia. Dia berjanji respons keras akan datang: “Kami pasti akan membalas.”
Serangan Terpisah di Mykolaiv, 4 Tewas
Pada hari yang sama, serangan drone Rusia terpisah menyapu wilayah selatan Mykolaiv. Menteri Interior Ivan Vygivsky mengumumkan bahwa empat orang tewas, termasuk tiga anak, dalam serangan tersebut. Seorang perempuan juga dilaporkan terluka dalam insiden ini.
Kedua serangan ini menunjukkan eskalasi kampanye udara Rusia terhadap Ukraina. Sehari sebelumnya, pada Kamis (20/8), serangan rudal balistik Rusia pada ibu kota Kyiv menewaskan 17 orang.
Kota Industri di Garis Depan Perang
Kryvyi Rih, yang terletak sekitar 60 kilometer dari garis depan, telah berulang kali menjadi sasaran serangan Rusia sepanjang perang berlangsung. Kota industri ini terus menghadapi bombardir intensif sejak Rusia memperkuat strategi pengeboman udara mereka dalam beberapa bulan terakhir.
Eskalasi ini merupakan bagian dari strategi Rusia yang lebih luas untuk menargetkan infrastruktur sipil dan pusat-pusat ekonomi Ukraina. Sementara itu, Ukraina juga telah meningkatkan serangan balasan mereka terhadap Rusia, fokus pada fasilitas minyak dan infrastruktur logistik untuk melemahkan kapasitas perang Moskow.
Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa tingkat kematian sipil pada 2026 telah mencapai rekor tertinggi sejak bulan-bulan pertama perang dimulai. Serangan ganda di Kryvyi Rih menjadi bukti nyata dari intensitas pertempuran yang terus meningkat seiring perang memasuki tahun ke-4,5 nya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.