JAKARTA — Cahaya Hati untuk pertama kalinya diperdengarkan ke publik lewat sesi latihan terbuka Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Lagu anyar yang dibawakan Raisa Andriana itu menjadi pintu masuk menuju pertunjukan kolosal bertema Hikayat Srikandi Nusantara yang akan digelar pada 21 hingga 23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.
Momen ini terasa penting bukan cuma karena statusnya sebagai penampilan perdana, tapi juga karena lagu tersebut langsung ditempatkan sebagai bagian dari narasi besar panggung. Publik yang hadir mendapat cuplikan awal dari arsitektur musikal pertunjukan yang memang dirancang jauh lebih luas daripada sekadar satu single pop.
Cahaya Hati dan wajah baru Srikandi
Dalam materi yang dipresentasikan iForte dan Protelindo Group, Raisa memegang peran ikonik sebagai Srikandi. Ia membawakan Cahaya Hati sebagai tembang persembahan yang dirancang untuk menyatu dengan alur cerita, bukan berdiri sendiri sebagai lagu lepas yang ditempelkan ke panggung.
Di sesi latihan terbuka itu, penonton juga melihat arah musikal yang disiapkan untuk keseluruhan pagelaran. Aransemen orkestra, paduan suara, dan dentang dari 50 jenis alat musik tradisional Nusantara disatukan dalam satu rangkaian besar. Rasa megahnya jelas, tapi nuansa hangatnya tetap terasa.
Bali Antaranews menuliskan bahwa Raisa juga menyebut lagu itu sebagai inti dari semangat Srikandi, tempat tokoh itu membagikan semangat kepada pasukan maupun penonton. Sudut itu sejalan dengan cara panggung ini dibangun: bukan hanya merayakan cerita, tapi juga menyuntikkan emosi ke setiap lapisan pertunjukan.
Produksi besar, kerja kolektif yang rapi
Skala Pagelaran Sabang Merauke tahun ini memang tidak kecil. Republika mencatat sedikitnya 1.700 pelaku seni, tim kreatif, dan kru produksi terlibat dalam pengerjaannya. Di dalamnya ada 15 penyanyi, satu grup band, 387 penari, puluhan musisi tradisional, 119 penyanyi paduan suara dari Batavia Madrigal Singers, serta 60 musisi orkestra.
Angka itu memberi gambaran seberapa banyak tenaga yang digerakkan hanya untuk satu pertunjukan. Ada 11 tim koreografer yang menyiapkan 103 koreografi lintas Nusantara. Ada pula 16 desainer kostum yang menggarap busana untuk 28 lagu daerah dan nasional. Semua unsur itu disusun agar pertunjukan tak jatuh jadi parade visual semata, melainkan benar-benar hidup dari awal sampai akhir.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.