Hingga saat ini, Twitch belum memberikan informasi mengenai kompensasi yang akan diberikan kepada para streamer atas penggunaan konten mereka untuk pelatihan AI. Demikian pula, belum ada penjelasan resmi mengenai nasib data yang sudah terlanjur digunakan jika pengguna memutuskan untuk menonaktifkan fitur ini. Kebijakan ini juga berlaku untuk semua ‘video broadcast via Twitch’, termasuk VOD (Video on Demand).
Inovasi Baru Twitch di Balik Kontroversi AI
Di samping kontroversi AI, Twitch juga memperkenalkan beberapa fitur baru lainnya dalam acara TwitchCon Rotterdam. Fitur-fitur ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman streaming dan penonton. Salah satunya adalah Dual Format Streaming, yang memungkinkan streamer melakukan siaran dalam format horizontal dan vertikal secara bersamaan sejak Juni 2026. Fitur ini diharapkan memberi fleksibilitas lebih bagi konten kreator dalam menjangkau audiens di berbagai platform.
Selain itu, ada juga peningkatan kualitas 2K 1440p Streaming dengan bitrate hingga 9 Mbps, khusus untuk Partner dan Affiliate Twitch. Fitur Auto Clips juga diperkenalkan, memanfaatkan AI untuk secara otomatis membuat cuplikan atau highlight penting beserta keterangan dari obrolan chat. Terakhir, fitur Stream Summaries akan memberikan ringkasan siaran berbasis AI bagi penonton yang baru bergabung, membantu mereka memahami konteks siaran dengan cepat.
Keputusan Twitch untuk menggunakan konten live streaming para penggunanya demi melatih AI Amazon telah memicu perdebatan sengit mengenai hak privasi dan penggunaan data. Para streamer diharapkan segera memeriksa pengaturan akun mereka untuk memastikan kendali penuh atas konten yang mereka hasilkan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.