Selasa, 25 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Kemenpora Dorong Penggerak Daerah Perkuat Olahraga Disabilitas di Cilacap

Kemenpora Dorong Penggerak Daerah Perkuat Olahraga Disabilitas di Cilacap
Kemenpora Dorong Penggerak Daerah Perkuat Olahraga Disabilitas di Cilacap

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di Cilacap lewat pelatihan penggerak daerah pada 13–14 Agustus 2026. Kegiatan ini penting karena menyasar ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan atlet dan calon atlet disabilitas di tingkat kabupaten.

Sebanyak 115 peserta mengikuti Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya di Sindoro Hotel Cilacap by Conary, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Mereka berasal dari pelatih, penggerak olahraga, dan pendamping SOIna se-Kabupaten Cilacap. Dari sini, Kemenpora ingin kapasitas SDM olahraga disabilitas naik. Bukan sekadar hadir di ruangan.

ToT jadi pintu perluasan ekosistem olahraga inklusif

Program ToT ini digelar sebagai tindak lanjut pembinaan olahraga disabilitas yang sudah dijalankan Kemenpora. Arah besarnya jelas: membangun ekosistem olahraga yang inklusif, berkelanjutan, dan menjangkau penyandang disabilitas sampai ke daerah. Kemenpora menempatkan penggerak lokal sebagai bagian penting dari kerja itu.

Melalui pembekalan tersebut, peserta dipersiapkan untuk membawa ilmu ke lingkungan masing-masing. Pengetahuan soal pembinaan tidak berhenti di hotel tempat pelatihan berlangsung. Setelah pulang, mereka diharapkan bisa menyebarkan praktik yang lebih rapi, lebih terarah, dan lebih dekat dengan kebutuhan lapangan.

Kemenpora juga menekankan unsur peningkatan kapasitas. Peserta mendapat materi yang berkaitan dengan kebijakan olahraga disabilitas, klasifikasi atlet, identifikasi bakat, strategi pengembangan, hingga metode kepelatihan. Ada pula praktik uji bakat dan penyusunan program latihan. Lengkap. Langsung ke inti.

Daerah diminta ikut bergerak

Kehadiran peserta dari unsur pelatih, penggerak olahraga, dan pendamping SOIna menunjukkan bahwa pembinaan olahraga disabilitas tak dibiarkan berjalan sendiri di level pusat. Daerah diminta ikut menyalakan mesin. Cilacap jadi salah satu titik pentingnya.

Dalam kegiatan serupa di daerah lain, Kemenpora juga menegaskan pentingnya penggerak yang punya empati, integritas, responsif, dedikatif, adaptif, dan yakin menjadi agen perubahan. Nada itu sejalan dengan ToT di Cilacap, yang memang diarahkan bukan cuma untuk pelatihan teknis, tapi juga pembentukan karakter kerja di lapangan.

Program ini menyasar hal yang sering luput: kontinuitas. Olahraga disabilitas butuh tenaga yang paham cara melatih, membaca potensi, dan menjaga semangat atlet. Tanpa itu, pembinaan mudah berhenti di acara seremonial. Kemenpora ingin memutus pola lama itu. Pelan, tapi serius.

Cilacap jadi titik awal pembinaan yang lebih rapi

ToT Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya di Cilacap menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperluas kesempatan penyandang disabilitas agar aktif berolahraga dan mengembangkan potensi. Kemenpora mendorong agar semakin banyak pelatih dan pendamping di daerah punya bekal yang sama.

Di Bogor, Kemenpora bahkan sudah menyiapkan skema sertifikasi bagi pelatih olahraga disabilitas. Langkah itu menunjukkan arah kebijakan yang makin tegas: pembinaan tidak boleh bergantung pada semangat saja, tapi juga pada kompetensi yang terukur. Itu penting. Sangat penting.

Untuk Cilacap, angka 115 peserta menjadi penanda awal. Cukup besar untuk sebuah pelatihan daerah, dan cukup kuat untuk membuka jaringan kerja baru di lapangan. Kemenpora kini menunggu satu hal yang lebih menentukan: apakah para peserta benar-benar menggerakkan pembinaan itu setelah pelatihan selesai.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda