Selasa, 25 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus IRR 2 Juta per Dolar AS

Rial Iran anjlok ke rekor terendah terhadap dolar AS
Nilai tukar rial Iran terus tertekan di pasar tidak resmi saat tekanan ekonomi dari AS meningkat. (Ilustrasi: AI)

Dampak langsung ke perdagangan Iran

Bagi Iran, pelemahan rial Iran bukan cuma soal nilai tukar di layar pemantau. Surat kabar ekonomi Donya-e Eqtesad menyebut anjloknya rial dipicu gangguan dalam transfer valuta asing dan penurunan ekspor, bersamaan dengan meningkatnya permintaan impor serta naiknya ekspektasi inflasi.

Artinya, biaya barang dari luar negeri berpotensi makin mahal, arus pembayaran lintas negara makin rumit, dan ruang pemerintah untuk menstabilkan pasar kian sempit. Tekanan seperti ini biasanya cepat terasa di rantai perdagangan, dari importir besar sampai pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku luar negeri.

Di sisi lain, Iran mencoba mencari penyangga lewat mitra yang masih bersedia bekerja sama. Pekan lalu, Uni Emirat Arab, salah satu mitra dagang utama Teheran, menyatakan telah menangguhkan seluruh transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

China, yang menjadi pembeli utama minyak Iran, menyatakan tekanan ekonomi AS tidak akan berhasil dan menyerukan penyelesaian perang melalui jalur diplomasi. Teheran juga mengincar dukungan yang lebih kuat dari Shanghai Cooperation Organisation dan BRICS untuk menahan guncangan dari Washington.

Iran melirik BRICS dan SCO

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran akan semakin mengandalkan kelompok dan kerja sama internasional seperti Shanghai Cooperation Organisation serta BRICS untuk menghadapi tekanan AS.

“Kami meyakini struktur seperti Shanghai Cooperation Organisation dan kelompok BRICS merupakan instrumen yang efektif untuk mematahkan monopoli kekuasaan dan bergerak menuju tatanan internasional yang lebih adil. Iran bertekad untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut semaksimal mungkin,” tulis Araghchi dalam artikelnya di surat kabar pemerintah Ettela’at.

Namun, di pasar, semua rencana diplomasi itu belum cukup menahan laju penurunan. Selama pasokan dolar tetap seret dan ekspor minyak belum pulih, kurs rial Iran masih akan mudah terseret oleh kabar baru dari Washington, Abu Dhabi, dan Beijing.

Dan pada Senin itu, angka di papan kurs sudah berbicara duluan.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda