Sabtu, 5 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Persebaya Menang di Ternate, Rumor Dukungan Pemkot Dibantah Tegas

Persebaya Menang di Ternate, Rumor Dukungan Pemkot Dibantah Tegas
Persebaya Menang di Ternate, Rumor Dukungan Pemkot Dibantah Tegas

Persebaya Surabaya pulang dari Ternate dengan tiga poin. Di Stadion Gelora Kie Raha, Kamis, 23 April 2026, Bajul Ijo menaklukkan Malut United 2-0 pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026, kemenangan yang sekaligus memutus laju negatif tim tamu dan membuat tuan rumah kembali merasakan tekanan.

Hasil itu penting untuk Persebaya. Mereka sempat kesulitan menjaga konsistensi dalam beberapa laga sebelumnya, sementara Malut United justru masuk ke pertandingan dengan beban tren buruk yang belum juga terputus. Duel berjalan terbuka sejak awal, keras, dan sesekali memancing teriakan dari tribune. Tapi babak pertama tetap buntu.

Persebaya sabar, lalu menghukum di babak kedua

Malut United mencoba menekan lebih dulu di hadapan pendukung sendiri. Persebaya tidak panik. Tim tamu menjaga jarak antarlini dengan disiplin, menutup ruang, lalu menunggu celah. Peluang datang silih berganti, namun penyelesaian akhir dua kubu belum tajam. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.

Ritme permainan berubah setelah jeda. Persebaya mulai lebih nyaman mengalirkan bola dan menemukan tempo yang mereka cari. Kebuntuan pecah pada menit ke-73 lewat sepakan Milos Raickovic. Gol itu mengangkat kepercayaan diri tim tamu. Menjelang laga berakhir, tepatnya pada menit 90+1, Persebaya memastikan kemenangan melalui gol kedua yang melengkapi malam mereka di Kie Raha. Detail pencetak gol itu tidak disebutkan dalam sumber yang tersedia, tetapi hasil akhirnya jelas: 2-0 untuk Persebaya.

Kemenangan di Ternate juga menegaskan satu hal lain: Persebaya masih punya tenaga untuk bereaksi saat tertekan. Di level kompetisi yang ketat seperti BRI Super League, tiga poin tandang seperti ini sering punya bobot lebih dari sekadar angka. Ada pesan yang ikut dibawa pulang. Pesan bahwa mereka belum habis.

Azrul Ananda luruskan isu dana Pemkot

Di luar lapangan, Persebaya juga sempat menjadi bahan pembicaraan setelah muncul klaim soal sokongan Pemerintah Kota Surabaya untuk misi juara. CEO Persebaya, Azrul Ananda, langsung memberi penjelasan. Ia membantah bahwa klub menerima dana ataupun sponsor dari Pemkot Surabaya.

Azrul menegaskan ada kekeliruan yang perlu diluruskan. Ia juga mengingatkan bahwa yang berulang tahun ke-100 adalah Persebaya, bukan Kota Surabaya. Bagi manajemen, penegasan ini penting agar publik tidak salah menangkap posisi klub. Persebaya tetap berdiri sebagai tim profesional yang dikelola secara independen.

Fokus klub, menurut penjelasan yang beredar itu, tetap berada di lapangan. Persiapan skuad dan upaya merebut trofi jadi perhatian utama. Bukan urusan lain. Soalnya, di tengah jadwal yang padat dan ekspektasi besar dari tribun, tiap detail sering cepat berubah jadi isu. Dan Persebaya tampaknya ingin menjaga arah pembicaraan tetap ke satu titik: performa.

Di saat yang sama, performa di lapangan juga masih jadi pegangan paling kuat. Kemenangan atas Malut United memberi napas baru, sementara bantahan soal dukungan pemerintah menutup ruang tafsir yang sempat berkembang. Azrul mengucapkannya lugas: “Persebaya sama sekali tidak mendapa…”

(EV)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda