Senin, 7 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Swiatek dan Alcaraz Lolos, US Open 2026 Makin Panas

Swiatek dan Alcaraz Lolos, US Open 2026 Makin Panas
Swiatek dan Alcaraz Lolos, US Open 2026 Makin Panas. (Ilustrasi: AI)

New York jadi panggung awal yang keras. Iga Swiatek dan Carlos Alcaraz sama-sama melaju di US Open 2026, sementara wakil Indonesia masih menjaga asa lewat nomor ganda putri. Dua pekan pembuka turnamen ini langsung memahat peta persaingan yang padat, dengan nama-nama besar tak memberi ruang untuk lengah.

Swiatek memaksa laga panjang melawan Marie Bouzkova, unggulan ke-25, sebelum menang 7-6(3), 7-6(3) pada Minggu WIB, 6 September 2026. Duel dua jam 27 menit itu jadi momen penting buat petenis Polandia tersebut: untuk pertama kalinya dalam karier, ia memenangi dua tiebreak dalam satu pertandingan. Bukan kemenangan yang mewah. Tapi efisien, dan itu cukup untuk menembus 16 besar.

Swiatek bertahan saat servisnya goyah

Swiatek mengakui laga itu menguras fisik. Reli panjang berulang kali memaksa dia menyerang lagi dan lagi karena Bouzkova bertahan rapat dan menutup banyak bola. Servis Swiatek sendiri sempat tak stabil. Namun ia tetap menjaga ritme, memasukkan bola berikutnya, lalu menunggu celah muncul. Hasilnya terasa jelas: kemenangan ke-13 dalam 14 pertandingan terakhir. Satu-satunya kekalahan di rentang itu datang dari Jessica Pegula pada semifinal Cincinnati.

Di jalur lain, Carlos Alcaraz juga memberi sinyal kuat. Petenis Spanyol itu membuka pertahanan gelarnya dengan kemenangan 6-4, 6-4, 6-4 atas Roman Safiullin di babak pertama, lalu sempat tersendat sebelum bangkit melawan Jaime Faria dan menang 4-6, 6-0, 6-3, 6-2 untuk melangkah ke babak ketiga. Pertandingan pertama itu spesial karena menjadi laga tunggal putra pertamanya sejak April, setelah absen empat bulan akibat cedera pergelangan tangan. Alcaraz masuk ke Arthur Ashe, kembali menemukan tempo, lalu mengunci start yang meyakinkan.

Alcaraz balik, petenis Asia Tenggara ikut bergerak

Ucapan Alcaraz juga menggambarkan bobot comeback-nya. Ia menyebut masa lima bulan terakhir berat, dan kembali bermain di Stadion Arthur Ashe terasa istimewa. Ia juga menegaskan rasa rindu pada atmosfer New York, terutama energi penonton yang selama ini sering jadi bahan bakar ritmenya. Dua kemenangan awal itu menjaga langkah petenis peringkat tiga dunia tersebut tetap lurus di jalur mempertahankan gelar juara US Open 2025.

Di kubu Asia Tenggara, sorotan mengarah ke Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi. Janice melanjutkan perjuangan di nomor ganda putri bersama Leylah Fernandez setelah tersingkir di tunggal putri pada babak pertama usai kalah 2-6, 2-6 dari Mirra Andreeva. Pasangan Indonesia-Kanada itu dijadwalkan menghadapi Isabelle Haverlag/Nina Radisic pada laga pembuka ganda. Fernandez sendiri datang dengan bekal kuat di tunggal, sudah menembus babak ketiga usai menaklukkan Zhu Lin dan Mananchaya Sawangkaew.

Wakil Indonesia jaga napas di sektor ganda

Nasib yang lebih bagus datang dari Aldila Sutjiadi bersama Erin Routliffe. Unggulan kesembilan itu menundukkan Ann Li dan Clara Tauson 6-2, 6-2 pada laga pembuka, dengan dominasi yang terasa dari awal. Mereka menang telak dalam poin saat menerima servis, 90 persen pada set pertama dan tetap setinggi itu pada set kedua. Aldila dan Routliffe juga hanya membuat satu unforced error, angka yang menunjukkan betapa rapinya mereka menjaga kontrol pertandingan.

US Open 2026 masih panjang, tapi sinyal awalnya sudah terang. Swiatek melaju dengan catatan 4-0 atas Bouzkova tanpa kehilangan satu set, Alcaraz kembali tampil meyakinkan setelah cedera, dan wakil Indonesia masih punya jalan di ganda. Di New York, angka yang paling menggigit sejauh ini datang dari Swiatek: dua tiebreak, dua kemenangan, satu babak 16 besar.

(MJ)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda