Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Selain Gunung Anak Krakatau, Aktivitas Semeru dan Merapi Perlu Diwaspadai

Selain Gunung Anak Krakatau, Aktivitas Semeru dan Merapi Perlu Diwaspadai
Pakar geofisika menekankan pentingnya pemantauan akurat dan analisis data untuk memahami dinamika gunung api Indonesia

SURABAYA — Pakar geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menekankan dua gunung api yang lebih mengkhawatirkan daripada Anak Krakatau. Gunung Semeru dan Merapi harus mendapat perhatian ekstra karena letaknya berdekatan dengan zona pemukiman padat.

“Kalau untuk gunung api yang perlu diwaspadai saat ini, saya pikir Semeru dan Merapi. Keduanya perlu mendapat perhatian, karena berada dekat dengan zona-zona pusat penduduk,” ujar Alutsyah Luthfian, pakar dari Departemen Teknik Geofisika ITS, di Surabaya, Jawa Timur, Senin.

Beberapa gunung api aktif dalam waktu berdekatan memicu spekulasi publik bahwa letusannya saling terhubung. Namun menurut Luthfian, hal itu keliru. Setiap gunung api punya sistem dan karakteristik unik.

“Gunung api itu punya siklus dan karakter masing-masing. Jadi, ketika beberapa gunung api aktif dalam waktu berdekatan, belum tentu aktivitasnya saling berkaitan,” jelasnya.

Mengapa Semeru Paling Berbahaya

Semeru menjadi fokus perhatian karena perilaku letusan yang sulit diprediksi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kerap menampilkan kejutan: ledakan besar tanpa tanda-tanda peringatan sebelumnya.

“Semeru ini lebih perlu diwaspadai karena perilaku letusannya tidak bisa diprediksi dengan baik. Kadang-kadang Semeru bisa meletus besar tanpa ada aba-aba sebelumnya,” kata Luthfian.

Kombinasi letakan yang tidak terprediksi dan kepadatan penduduk di sekitarnya menciptakan risiko berlapis. Masyarakat yang tinggal di daerah jangkauan Semeru perlu tetap siaga dan memahami peringatan dini dari otoritas vulkanologi.

Merapi: Gunung Api yang Aktif dan Dekat Kota

Gunung Merapi, yang berposisi di perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta, juga masuk daftar prioritas. Lokasinya yang sangat dekat dengan pusat-pusat pemukiman membuat aktivitasnya memerlukan pemantauan ketat dan respons cepat dari pihak berwenang.

Merapi memiliki sejarah letusan yang tercatat dengan baik, namun fluktuasi aktivitasnya tetap memerlukan kehati-hatian. Sistem peringatan dini dan jalur evakuasi yang jelas menjadi kunci mitigasi bencana di wilayah ini.

Anak Krakatau: Tetap Dipantau, Tetapi Ancaman Berbeda

Sementara itu, Anak Krakatau tetap harus dipantau, meski tidak masuk daftar “paling berbahaya” menurut Luthfian. Karakter gunung yang berlokasi di laut membedakannya dari Semeru dan Merapi.

Ancaman utama dari Anak Krakatau bukan letusan per se, melainkan longsoran tubuh gunung ke laut yang berpotensi memicu tsunami. Peristiwa serupa terjadi pada 2018, ketika Anak Krakatau mengalami amblesan besar yang memicu gelombang Selat Sunda dan menewaskan ribuan orang.

“Setiap gunung punya sistem magmatik sendiri. Jadi kita tidak bisa mengatakan karena Anak Krakatau aktif, kemudian Semeru ikut aktif atau sebaliknya,” tegas Luthfian.

Miskonsepsi tentang Hubungan Aktivitas Gunung Api

Masyarakat sering mengaitkan aktivitas beberapa gunung api sebagai bukti koneksi seismik atau magmatik yang mendalam. Asumsi ini tidak selalu akurat dan bisa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Menurut Luthfian, untuk membuktikan ada tidaknya hubungan antar-gunung, diperlukan analisis mendalam terhadap data geofisika dan kondisi sistem bawah permukaan masing-masing vulkan. Dekat atau tidaknya waktu erupsi saja bukan bukti cukup.

“Tidak bisa hanya melihat waktunya berdekatan, kemudian menyimpulkan bahwa satu gunung memicu gunung yang lain. Harus dilihat data dan kondisi masing-masing gunung,” penegasnya.

Informasi yang akurat dan verifikatif dari ahli vulkanologi resmi menjadi satu-satunya cara untuk memahami dinamika gunung api Indonesia. Publik disarankan mengikuti update resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) daripada berpatokan pada analisis amatir di media sosial.

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 10 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online