Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Cerita Prabowo Satu Angkatan Akmil Bareng SBY, Ikuti Jejak Bikin Partai Lalu Jadi Presiden

Cerita Prabowo Satu Angkatan Akmil Bareng SBY, Ikuti Jejak Bikin Partai Lalu
Cerita Prabowo Satu Angkatan Akmil Bareng SBY, Ikuti Jejak Bikin Partai Lalu

Gelak tawa pecah di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu malam. Presiden Prabowo Subianto berdiri di podium, menatap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang duduk tak jauh darinya. Suasana malam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat itu terasa hangat, penuh nostalgia bagi dua mantan jenderal bintang empat yang kini berbagi sejarah kepemimpinan nasional.

Prabowo membuka pidatonya dengan sebuah pengakuan yang jarang terungkap ke publik secara mendetail. Dia bercerita tentang masa-masa muda mereka di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Meski kini berdiri sebagai Presiden dan mantan Presiden, Prabowo dengan terbuka mengakui bahwa ia dan SBY merupakan rekan seangkatan saat pertama kali menapaki gerbang kawah candradimuka militer Indonesia.

“Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akmil. Masuknya satu angkatan. Tapi keluarnya beliau lebih cepat, angkatan di bawah saya,” ujar Prabowo, disambut riuh tepuk tangan para kader partai yang memadati arena.

Rekam Jejak di Kawah Candradimuka

Prabowo mengenang SBY sebagai sosok yang menonjol sejak taruna. Bukan rahasia lagi jika SBY selalu tampil prima dalam hal akademis maupun taktis. Rekam jejak itu terbukti valid saat SBY lulus sebagai peraih Adhi Makayasa, predikat lulusan terbaik.

Sementara itu, Prabowo menyelesaikan masa pendidikan militernya di angkatan berikutnya. Perbedaan waktu kelulusan itu tak lantas membuat jarak di antara keduanya melebar. Justru, lintasan hidup mereka seolah ditakdirkan untuk saling bersinggungan di masa depan.

Puluhan tahun berselang, jalur hidup keduanya kembali bertemu di titik yang sama: dunia politik. SBY lebih dulu mengambil langkah berani dengan menanggalkan seragam militer untuk mendirikan Partai Demokrat. Langkah itu pun diikuti oleh Prabowo di kemudian hari melalui Gerindra. Bagi Prabowo, keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah bagi seorang prajurit.

Ia menekankan bahwa jiwa militer yang mereka bawa bukanlah jiwa yang haus kekuasaan demi kepentingan pribadi. Keduanya dibentuk dengan filosofi sebagai tentara rakyat. “Bapak SBY pernah jadi jenderal, saya juga pernah. Kita ini dibesarkan sebagai tentara rakyat,” tegas Prabowo di hadapan para hadirin yang juga merayakan ulang tahun ke-77 sang pendiri Demokrat tersebut.

Mencontek Jalan Demokrasi

Prabowo tidak malu mengakui bahwa ia sempat “mencontek” strategi politik SBY. Baginya, meniru hal-hal yang baik adalah kewajaran, apalagi dalam konteks pengabdian kepada negara.

SBY telah menunjukkan bahwa seorang prajurit bisa bertransformasi menjadi politisi yang mampu memenangkan mandat rakyat secara sah melalui kotak suara. SBY membangun partainya dari nol, membawa ide-ide ke masyarakat, hingga akhirnya berhasil duduk di kursi kepresidenan selama dua periode.

Jalan yang ditempuh Prabowo sendiri terbilang terjal. Ia bahkan blak-blakan menceritakan kegagalannya. Sebelum berhasil memenangkan kontestasi pilpres, Prabowo sempat tersungkur sebanyak empat kali dalam upaya meraih mandat rakyat. Namun, ia tidak menyerah. Pengalaman SBY dalam membesarkan partai dan memenangkan pemilu menjadi referensi berharga bagi dirinya dalam menata strategi.

Dinamika politik yang dialami keduanya kini menjadi cermin bagi perjalanan demokrasi Indonesia. Partai Demokrat pernah merasakan puncak kekuasaan dan pernah pula berada di luar pemerintahan. Bagi Prabowo, fluktuasi tersebut adalah fitrah demokrasi yang sehat. Politik bukanlah tentang memusuhi, melainkan tentang bagaimana bertukar peran demi kemajuan bangsa.

Kehadiran Prabowo di perayaan HUT Demokrat bukan sekadar formalitas protokoler. Momen ini menjadi penanda solidnya hubungan antara dua purnawirawan yang pernah sama-sama digembleng di lembah Tidar.

Kini, setelah menanggalkan pangkat militer, mereka berbagi panggung sebagai dua tokoh yang sukses melampaui masa baktinya sebagai tentara, menuju pengabdian yang lebih luas sebagai Presiden Republik Indonesia.

Ke depannya, Prabowo berharap tradisi saling mendukung antar kekuatan politik tetap terjaga. Ia menatap masa depan di mana persaingan dalam pemilu tidak lagi merusak persatuan, sebagaimana yang telah ia buktikan bersama SBY dalam menjaga komunikasi lintas partai dan lintas generasi.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 10 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online