Jumat, 11 September 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

KTT BRICS di Delhi Uji Upaya India Jauhkan Blok dari Anti-Barat

KTT BRICS di Delhi dengan bendera negara anggota
KTT BRICS di Delhi menjadi ujian bagi upaya India menjaga blok tetap kompak. (Ilustrasi: AI)

DELHI — KTT BRICS di Delhi akhir pekan ini menempatkan India di posisi sulit: menjaga blok yang sudah membesar tetap solid, tanpa membiarkan forum itu bergeser ke arah anti-Barat. Putin dijadwalkan hadir, sementara kehadiran Xi Jinping masih diperkirakan tetapi belum dikonfirmasi resmi oleh Beijing.

Taruhannya jelas. India ingin BRICS tetap relevan sebagai forum kerja sama praktis, tetapi juga tak ingin hubungan dengan Rusia dan China terganggu. Dalam waktu yang sama, New Delhi terus memelihara hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat dan hubungan dagang dengan Barat.

Slogan BRICS yang dipilih India

Untuk menyambut pertemuan itu, India memilih slogan “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Slogan ini pas dengan lima anggota awal BRICS — Brazil, Russia, India, China dan South Africa — sekaligus masih bisa diterima oleh anggota baru seperti Egypt, Ethiopia, Indonesia, Iran dan United Arab Emirates.

Mihaela Papa, direktur BRICS Lab di Massachusetts Institute of Technology, menilai pilihan itu cerdik. “It's an elegant way to reinterpret BRICS so that the acronym represents a joint mission rather than country names,” katanya kepada DW.

Bagi Sushant Singh, pengajar South Asian Studies di Yale University, slogan yang samar itu justru mencerminkan keinginan India agar BRICS tetap rendah hati dan netral. “India doesn’t want to offend Russia or China, but the fact is that Indians are looking more towards the United States these days. The desire to build up BRICS is not there,” ujarnya.

Kehadiran India sebagai tuan rumah juga memberi bobot berbeda dibanding KTT BRICS tahun lalu di Rio de Janeiro. Saat itu, enam dari 11 kepala negara anggota absen, termasuk Xi Jinping dan Vladimir Putin. Kali ini, Putin dipastikan hadir, sedangkan Xi disebut luas akan datang meski belum diumumkan Beijing.

Ujian terbesar ada pada kehadiran para pemimpin

Papa menyebut partisipasi pimpinan tertinggi China sangat penting. Jika Xi benar-benar datang, itu akan dibaca sebagai sinyal bahwa BRICS masih punya daya tarik politik di tengah keraguan soal soliditas internalnya.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda