Soni menegaskan tim masih melakukan asesmen mendalam tentang keberadaan gas metana. “Kita juga mengantisipasi jangan sampai ada timbunan gas metan dari tumpukan sampah yang cukup lama. Ini juga sedang kita asesmen apakah ada gas metannya atau tidak,” katanya. Langkah hati-hati ini menunjukkan kompleksitas penanganan kebakaran di lokasi pembuangan sampah yang berbeda dari kebakaran lahan biasa.
Satu hal yang memotong ketegangan adalah jarak lokasi kebakaran dari permukiman. Kepala DPMKP memastikan bahwa area yang terbakar berada sekitar 500 meter dari rumah warga terdekat, sehingga api tidak langsung mengancam keselamatan penduduk. Namun, asap tebal yang terus membumbung tetap menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar.
Operasi Sisir Melanjut
Pada fase pendinginan di Selasa siang, tugas petugas bukan sekadar memadamkan api besar-besaran, melainkan mencari dan menutup semua potensi titik api kecil yang mungkin masih menyala. Proses sisir ini krusial karena api yang nampak padam bisa menyala kembali jika ada yang terlewat di antara alang-alang atau sampah.
Soni mengimbau masyarakat Bandung untuk tidak melakukan pembakaran sampah, terutama pada musim kemarau. Praktik yang seringkali dianggap sederhana ini terbukti dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan, memicu kerugian, dan membahayakan nyawa.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.