Rabu, 16 September 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Karhutla Sumatera-Kalimantan: 1.700 Ha Masih Terbakar, BNPB Ungkap Kendalanya

Penanganan kebakaran hutan Kalimantan dengan helikopter water bombing dan Satgas Darat
Operasi penanganan karhutla melibatkan Satgas Darat dan Satgas Udara dengan helikopter water bombing untuk menjangkau area sulit diakses. (. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan masih menyisakan ribuan hektare lahan yang belum padam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 1.700 hektare belum berhasil dipadamkan per Selasa (15/9) meski telah mengerahkan puluhan ribu personel dan ratusan unit helikopter.

Kendala yang dihadapi bukan sekadar keterbatasan alat, melainkan juga kondisi cuaca dan arah angin yang konsisten membawa emisi asap ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Strategi Penanganan Massal

Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan pendekatan operasional yang dilakukan. “Strategi operasional adalah pemadaman dilakukan secara massal dan terukur di lapangan. Tentu kami juga mengutamakan Satgas Darat yang didukung secara efektif oleh Satgas udara untuk hasil yang maksimum,” kata Berton saat memaparkan perkembangan penanganan di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (15/9).

Penanganan melibatkan tiga komponen utama: Satgas Darat untuk pemadaman langsung, operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung kondisi pemadaman, dan water bombing dari helikopter untuk jangkauan area yang sulit diakses darat.

Kalimantan Barat Paling Luas Terbakar

Dari tujuh wilayah yang ditangani, Kalimantan Barat mencatat luas lahan terbakar terbesar. BNPB mencatat total 48.535,73 hektare telah terbakar di provinsi ini berdasarkan gabungan data Sipongi dan pengukuran tim gabungan di lapangan.

Pada Senin (14/9), ditemukan 19 titik api dengan estimasi lahan terbakar sekitar 261,5 hektare. Dari jumlah tersebut, tim berhasil memadamkan 180,8 hektare — 175 hektare oleh Satgas Darat dan 5 hektare melalui water bombing. Namun masih tertinggal 80,7 hektare lahan yang belum dipadamkan per Selasa pagi.

Upaya ini melibatkan 14.759 personel Satgas Darat, ditambah 5 unit untuk OMC dan 9 unit untuk water bombing dari Satgas Udara.

Kondisi di Enam Wilayah Lainnya

Di Kalimantan Tengah, total lahan terbakar tercatat 15.976,1 hektare dengan 56 titik api ditemukan pada Senin. Dari estimasi 189,6 hektare yang terbakar, 75,9 hektare berhasil dipadamkan (68,9 hektare Satgas Darat, 7 hektare water bombing), meninggalkan 113,7 hektare yang masih belum ditangani. BNPB mengerahkan 4.686 personel darat dan 2 unit patroli/OMC serta 6 unit water bombing.

Kalimantan Selatan mencatat 19.303,99 hektare lahan terbakar total dengan 40 titik api pada Senin. Dari 210,44 hektare yang terbakar, 136,46 hektare berhasil dipadamkan (86,46 hektare Satgas Darat, 50 hektare water bombing), meninggalkan 73,98 hektare. Penanganan melibatkan 3.557 personel Satgas Darat, 3 unit patroli/OMC, dan 7 unit water bombing.

Kalimantan Timur mencatat 5.761,57 hektare lahan terbakar total. Pada Senin, 20 titik api mengakibatkan 701,27 hektare terbakar. Dari angka tersebut, 381,82 hektare berhasil dipadamkan (358,32 hektare Satgas Darat, 23 hektare Satgas Udara), masih tersisa 319,95 hektare.

Salah satu lokasi kritis berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang menjadi prioritas penanganan. Sebanyak 4.392 personel Satgas Darat dan 2 helikopter water bombing dikerahkan.

Sumatera Selatan mencatat 6.552,31 hektare lahan terbakar total. Pada Senin, 402,22 hektare terbakar dengan 319,97 hektare berhasil dipadamkan (289,97 hektare Satgas Darat, 30 hektare water bombing), meninggalkan 84,25 hektare. Penanganan melibatkan 11.026 personel Satgas Darat, 2 unit patroli/OMC, dan 7 unit water bombing.

Jambi melaporkan 2.998,02 hektare lahan terbakar total dengan 44,5 hektare terbakar pada Senin. Dari jumlah tersebut, 34,5 hektare berhasil dipadamkan (28 hektare Satgas Darat, 6,5 hektare water bombing), meninggalkan 10 hektare. BNPB mengerahkan 5.984 personel Satgas Darat, 2 unit patroli/OMC, dan 4 unit water bombing.

Riau mencatat 19.851,65 hektare lahan terbakar total. Pada 14 September, 17 titik api mengakibatkan 46,93 hektare terbakar dengan 25,13 hektare berhasil dipadamkan (15,13 hektare Satgas Darat, 10 hektare water bombing), meninggalkan 21,8 hektare. Penanganan melibatkan 2.164 personel Satgas Darat, 2 unit patroli/OMC, dan 6 unit helikopter water bombing.

Ancaman Polutan Lintas Negara

Tantangan terbesar yang dihadapi bukan hanya pemadaman, tetapi juga penyebaran polutan. Berton menyampaikan bahwa prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi polutan akibat karhutla masih cukup tinggi pada 15-16 September 2026, dengan sebaran polutan paling pekat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kondisi bahkan diprediksi memburuk pada Rabu (16/9), dengan penebalan polutan terlihat di Kalimantan Timur dan wilayah Merauke. Arus angin menjadi faktor krusial — angin konsisten membawa emisi hasil kebakaran ke utara dan barat laut, mempertahankan ancaman transboundary haze ke Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Meskipun strategi penanganan dilakukan secara massal dengan melibatkan total puluhan ribu personel Satgas Darat dan ratusan unit operasi udara, kecepatan pemadaman masih tertinggal dari laju pertumbuhan titik api baru. Upaya berkelanjutan diharapkan dapat mengurangi luas lahan yang terbakar sebelum potensi polutan semakin meluas ke wilayah perbatasan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 16 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online