BEKASI — Tumpukan sampah memenuhi aliran Kali Irigasi Kebalen di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sampah terlihat menumpuk di sebelah PDAM Babelan, menciptakan masalah serius bagi warga sekitar yang terpaksa turun tangan sendiri membersihkannya agar air kembali mengalir.
Syukron (30), salah satu warga, mengatakan tim sukarela dari kampung melakukan kerja bakti hingga lima kali dalam seminggu hanya untuk mengangkat sampah dari kali. “Kita lima kali kerja bakti dalam 1 minggu ngangkutin sampah,” ujarnya saat ditemui Rabu (16/9).
Sampah yang berhasil diangkat kemudian dibiarkan mengering sebelum dibakar secara perlahan. Upaya manual ini dilakukan setelah warga beberapa kali melaporkan masalah ke pihak lingkungan setempat, tapi tanpa hasil. “Warga-warga sini udah ngomong ke sono, tanggapannya nihil,” ungkap Syukron dengan nada frustasi.
Banjir Rumah, Bau Menyebar Puluhan Meter
Dampak nyata sudah dirasakan warga. Dua minggu sebelum berita ini ditulis, air meluap dan masuk ke rumah-rumah sekitar—padahal saat itu bukan musim hujan. Syukron menjelaskan, sampah yang menumpuk menutup aliran, sehingga air mencari jalan masuk ke permukiman. “Karena waktu itu sampah ngumpul kayak gitu, air enggak ada jalan, ya udah. Akhirnya dia nyari jalan ke atas,” katanya.
Selain banjir, bau dari tumpukan sampah menjadi masalah lain. Sukri (41), warga lain, mengaku bau tersebut bisa tercium hingga 50–100 meter jauhnya. “Kadang bisa sampai ya bisa 50 sampai 100 meter,” tuturnya.
Bukan hanya sampah rumah tangga yang menumpuk. Sukri juga melihat bangkai hewan di lokasi yang sama. Menurut Sukri, tumpukan sampah mulai membludak sekitar satu minggu terakhir setelah sebelumnya air masih mengalir normal.
Penghalang Besi Memicu Penumpukan Sampah
Sukri mengungkap penyebab penumpukan di lokasi spesifik itu: sebuah penghalang besi yang dipasang di salah satu jembatan untuk mencegah luapan air ke wilayah lain. Akibatnya, sampah tertahan dan menumpuk di bagian kali dekat lokasi saat ini. “Jadi karena di jembatan dihalang sama besi penghalang, jadi numpuknya di sini sekarang,” jelasnya.
Masalah lain yang disadari warga adalah sedimentasi—endapan lumpur yang membuat kali semakin dangkal dan menyempit. Syukron menunjukkan endapan lumpur di sekitar saluran pembuangan dekat PDAM Babelan. Meski melihat PDAM berkontribusi pada kondisi ini, warga di sekitar lokasi tidak menggunakan air PAM untuk kebutuhan sehari-hari; mereka mengandalkan sumur bor atau sumur timba.
Janji Pemerintah Berulang Kali Meleset
Pemerintah sudah mengetahui masalah Kali Irigasi Kebalen. Pihak kelurahan dan pemerintah pernah datang meninjau. Namun, pengecekan itu tidak diikuti tindakan nyata di lapangan.
Syukron mengatakan warga berulang kali menanyakan kapan sampah akan ditangani, namun setiap kali mendapat jawaban dengan jadwal berbeda. “Ditanyain, ‘Kapan nih?’ ‘Minggu besok.’ ‘Rabu besok.’ Ya terus akhirnya ya sampai itu warga inisiatif ngangkat sendiri,” kenangnya.
Sukri bahkan pernah menyuarakan masalah ini kepada mantan Bupati Bekasi Dani Ramdan saat mengikuti sebuah kegiatan. “Sempat juga saya angkat masalah ini terkait masalah sampah, terus sedimentasi yang di akibatin sama limbahnya PDAM. Cuma beliau bilang, ‘Ya nanti kita adain gerakan,” kenang Sukri. Namun, usulan itu diajukan setahun yang lalu dan hingga kini belum ada kelanjutan.
Normalisasi Terhenti di Jembatan VGH
Normalisasi Kali Irigasi Kebalen pernah dilakukan, namun hanya sampai di sekitar Jembatan Vila Gading Harapan (VGH). Dari kawasan itu menuju lokasi tumpukan sampah masih belum dilanjutkan. Sukri mengatakan alasan penghentian berkaitan dengan anggaran yang belum turun dan efisiensi.
“Katanya sih yang kemarin karena anggarannya enggak belum turun ya istilahnya atau apalah efisiensi atau segala macam, nah proyek itu sampai situ doang dulu,” ungkapnya.
Pemerintah disebut akan melanjutkan normalisasi tahun ini, tetapi hingga akhir tahun tidak ada perkembangan. “Nah kemungkinan katanya tahun ini, cuma sampai udah mau akhir tahun ini belum ada lanjutan-lanjutan lagi,” kata Sukri dengan kekhawatiran.
Bagi warga, persoalan Kali Irigasi Kebalen bukan hanya soal sampah. Mereka juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap aliran air dan bagi mereka yang masih memanfaatkan kali untuk pengairan. Sukri meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke kali dan meminta pemerintah segera melanjutkan pekerjaan normalisasi yang tergantung sejak tahun lalu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.