Sabtu, 19 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Surabaya, Ini Cara Mencegahnya

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Surabaya, Ini Cara Mencegahnya
Kebakaran rumah di Surabaya yang diduga dipicu korsleting listrik menewaskan dua anak (ilustrasi)

SURABAYA — Dua anak meninggal dunia dalam kebakaran rumah yang diduga dipicu oleh korsleting listrik di Surabaya, Jawa Timur. Kaffa Bihi Abdillah (7) dan Khotibul Umam (5) terbakar dalam insiden yang terjadi beberapa hari lalu.

“Korsleting listrik, exhaust dan kipas kamar yang terbakar lalu merambat ke kasur,” ujar M. Rokhim saat menjelaskan kronologi kebakaran itu. Saat ditemukan, kedua anak berada di dalam kamar yang diduga terkunci dari luar menggunakan rantai. Petugas pemadam kebakaran datang sekitar enam menit setelah laporan diterima.

Tragedi ini menjadi peringatan tajam bagi orang tua tentang bahaya kelistrikan rumah tangga. Tidak hanya soal perangkat yang rusak, tapi juga kebiasaan sederhana yang sering diabaikan — dan kemampuan bertahan jika terjebak di dalam rumah saat api menyambar.

Cegah Sejak Sekarang: Periksa Kelistrikan Rumah

Wahyu Minarto, pendiri SafeKids Indonesia (SKI), menekankan pentingnya rutinitas sederhana untuk mengurangi risiko kebakaran. “Pastikan perangkat elektronik dan kabel yang digunakan masih dalam kondisi baik. Saat meninggalkan rumah, jangan biarkan perangkat elektronik tetap tertancap pada sumber listrik,” katanya.

Kebiasaan ini bukan hanya untuk orang dewasa. Anak-anak juga perlu diajari sejak dini sesuai usia dan kemampuannya, misalnya mencabut perangkat listrik setelah digunakan atau menyalakan kipas angin. Hal kecil semacam ini, jika jadi rutinitas keluarga, bisa menyelamatkan nyawa.

Jika Terjebak dalam Api: Strategi Bertahan Hidup

Tidak selalu kebakaran bisa dihindari sepenuhnya. Dalam situasi darurat, penting bagi anak dan orang tua mengetahui cara bertahan sampai bantuan datang atau api padam.

Menurut Paman Billie (sebutan akrab Wahyu Minarto), berikut langkah-langkah survival saat terjebak dalam kebakaran:

Pertama, cari oksigen dengan posisi serendah mungkin. Asap panas yang membunuh naik ke atas, sehingga udara yang masih bisa dihirup ada di dekat lantai. Merangkak atau membungkuk rendah adalah taktik dasar yang perlu diajarkan sejak dini.

Kedua, tutup celah pintu agar asap tidak masuk. Ini memperlambat penetrasi asap dan membantu mempertahankan oksigen di ruangan. “Jika memungkinkan, buka jendela atau buat celah agar udara masuk dan asap keluar. Tutup mulut serta hidung menggunakan kain, dan bila memungkinkan basahi kain tersebut,” jelas Minarto.

Kain basah bekerja lebih efektif menyaring asap dan gas beracun dibanding kain kering. Jika tersedia botol minum atau ember berair, manfaatkan untuk membasahi kain atau pakaian sebelum menutupi wajah.

Peran Jendela dan Teralis Darurat

Saat pintu tidak bisa digunakan, jendela menjadi akses keluar darurat penting. Namun, banyak rumah di Indonesia menggunakan teralis pengaman untuk mencegah pencurian. Paradoks ini perlu dipikirkan matang-matang.

“Perlu dikaji kembali apakah jendela yang dilengkapi teralis justru memiliki risiko keamanan yang lebih tinggi dibandingkan risiko keselamatan. Jika rescue tidak dapat dilakukan, fokuslah pada survival sampai bantuan datang,” tutur Minarto.

Artinya, orang tua perlu mempertimbangkan desain teralis yang mudah dibuka dari dalam atau jendela yang bisa menjadi jalur evakuasi darurat. Keamanan dari kebakaran tidak kalah penting dengan keamanan dari kejahatan.

Pesan akhirnya sederhana namun penting: ajari anak mengenali bahaya listrik, terapkan kebiasaan mencegah korsleting, dan pastikan setiap anggota keluarga tahu cara bertahan jika darurat memaksa. Kehidupan anak tidak boleh dimulai dengan asumsi bahwa kebakaran tidak akan terjadi.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 18 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online