Senin, 21 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Indonesia Juara Kreatif AI Asia Tenggara 2026: 9 Juta Gambar Per Hari!

AI
Indonesia Juara Kreatif AI Asia Tenggara 2026: 9 Juta Gambar Per Hari!. Credit: Dok. JournalArta

Pemerintah juga bergerak cepat. Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Peta Jalan AI Nasional serta pedoman keamanan dan etika AI menjadi prioritas untuk ditandatangani oleh Presiden Prabowo pada 2026. Rancangan yang disusun pada 2025 ini masih dalam proses peninjauan hukum per Juni 2026. Peta jalan 2026-2029 menargetkan 20 juta warga literasi AI pada 2029 dan peningkatan PDB sebesar 12%, sekitar 366 miliar dolar AS.

Aturan turunan yang tengah digodok Komdigi adalah kewajiban pelabelan dan watermark untuk konten generatif AI. Platform digital diwajibkan memberi tanda pada konten AI, dan jika tidak patuh, konten tersebut dapat dihapus sesuai UU ITE. Inisiatif ini mengikuti jejak Korea Selatan dengan Basic AI Act pada Januari 2026. Komdigi berperan sebagai orkestrator, sementara kementerian teknis akan mengatur sektor masing-masing. Sepuluh sektor prioritas meliputi ketahanan pangan, perumahan, transportasi, logistik, ekonomi kreatif, dan keuangan.

Di sisi inovasi perangkat, GIGABYTE meluncurkan lini laptop gaming AI 2026 di Jakarta pada 18 September. Laptop ini dilengkapi GiMATE, Large Language Model (LLM) yang berjalan langsung di perangkat tanpa perlu koneksi cloud. Fitur ini menawarkan privasi tinggi, respons cepat, serta kontrol performa dan baterai. GiMATE juga mencakup GiMATE Creator untuk gambar AI dan GiMATE Coder untuk program bahasa alami, didukung CPU AMD Ryzen dan GPU NVIDIA RTX.

Namun, tantangan literasi dan risiko misinformasi tetap menjadi perhatian. Anthropic melaporkan, Indonesia menjadi negara dengan penggunaan AI tertinggi di dunia untuk tugas perkuliahan melalui Claude. Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek) Stella Christie pada 2 September 2026 menyoroti bahwa tingkat kesalahan informasi dari 10 chatbot AI utama telah naik dari 18% pada Agustus 2024 menjadi 35% pada 2025. Ia menekankan pentingnya jeda berpikir ulang sebelum berbagi informasi, mengingat model bisnis media sosial seringkali mengutamakan emosi dan clickbait daripada akurasi.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 21 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis