JAKARTA UTARA — Panel listrik lantai 8 menjadi pemicu awal yang memicu kebakaran dahsyat Apartemen Teluk Intan Minggu malam (21/9/2026). Dalam hitungan menit, api melompat ke lima lantai lainnya dan menjepit 53 penghuni di kamar-kamar mereka.
Untung semua selamat. Tidak ada korban jiwa.
“Kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik,” jelas Gatot Sulaeman, Kepala Seksi Operasi Penanggulangan Kebakaran Jakarta Utara, saat berada di lokasi Jalan Teluk Intan, Pejagalan, Kecamatan Penjaringan. Korsleting itu memicu panel listrik terbakar terlebih dulu. Pengelola apartemen mencoba padamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR), tapi percuma.
“Api menjalar ke lantai 5, lantai 6, lantai 7, lantai 9, dan lantai 10 apartemen tersebut,” ujar Gatot. Api naik cepat sekali. Penghuni ramai-ramai terjebak. Warga di sekitar, lihat asap tebal mengepul, langsung lapor petugas damkar.
Operasi Penyelamatan Besar-besaran
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara tidak tinggal diam. Pukul 18.45 WIB, 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan 80 personel tiba di lokasi dan langsung serang api dari berbagai sudut. Tim fokus menggali lokalisir api agar tidak merembet, sekaligus pendinginan untuk cegah api menyala kembali.
Sambil petugas perang melawan api, tim penyelamat bersamaan mengeluarkan penghuni satu per satu. Sebanyak 53 orang yang terjebak—21 pria dewasa, 24 perempuan dewasa, tujuh anak-anak, dan satu lansia—berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Pukul 20.38 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas masih melakukan pendinginan untuk pastikan kobaran tidak timbul ulang. Operasi dari laporannya pertama hingga pemadaman selesai memakan waktu hampir dua jam penuh.
Kerugian Mencapai Miliaran
Meski tidak ada nyawa melayang, harta benda lenyap cukup banyak. Gatot menyebutkan dugaan kerugian akibat kebakaran mencapai Rp1,5 miliar. Angka itu mencakup kerusakan panel listrik, interior apartemen di lima lantai, peralatan penghuni, dan kerusakan struktur bangunan lainnya.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kebakaran dimulai dari korsleting listrik di panel lantai 8. Kemungkinan ada beban listrik berlebih atau isolasi kabel yang sudah usang. Pengelola apartemen memang sudah berupaya cepat dengan APAR, tapi api sudah terlalu besar dan menyebar cepat sebelum sempat diatasi.
Peristiwa ini mengingatkan betapa pentingnya pemeliharaan sistem kelistrikan di bangunan bertingkat. Korsleting listrik di apartemen bisa berakibat fatal kalau tidak ditangani cepat—bukan hanya masalah properti, tapi jiwa puluhan penghuni bisa terancam. Respons cepat Gulkarmat kali ini jadi faktor selamatnya semua penghuni.
Penyebab pasti korsleting masih dalam tahap investigasi. Pengelola apartemen kemungkinan akan diminta periksa seluruh instalasi listrik untuk cegah kejadian serupa.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.