Asap hitam pekat sempat membubung tinggi di atas kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin sore (21/9/2026). Insiden kebakaran hebat menghantam salah satu tank container di New Priok Container Terminal One (NPCT1), memicu kepanikan di area logistik yang sibuk tersebut. Api baru berhasil dijinakkan sepenuhnya oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 18.56 WIB.
Kepanikan bermula tepat pukul 15.44 WIB. Seorang pekerja di lapangan melihat lidah api mulai menjilat dari sebuah peti kemas yang diketahui menyimpan minyak mentah. Situasi di lokasi saat itu tergolong ekstrem. Hembusan angin kencang langsung menyambar api, membuatnya membesar dalam hitungan detik sebelum akhirnya merembet ke unit ISO tank container di dekatnya.
Command Center Gulkarmat Jakarta mencatat laporan masuk sesaat setelah api terlihat. Tanpa membuang waktu, 14 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi kejadian. Sebanyak 70 personel terjun langsung ke titik api. Petugas tiba di lokasi hanya berselang sembilan menit dari laporan awal dan langsung memulai upaya pemadaman pada pukul 15.55 WIB.
Angin Kencang Memperparah Situasi
Kondisi cuaca menjadi musuh utama para petugas di lapangan. Selain suhu udara yang terik di kawasan pelabuhan, angin kencang membuat api sangat sulit dikendalikan pada tahap awal. Api yang semula hanya bersumber dari satu titik, dengan cepat melompat ke unit ISO tank lainnya.
Beruntung, manuver cepat petugas mampu melokalisasi kobaran api pada pukul 16.35 WIB, sehingga potensi ledakan yang lebih besar dapat diredam.
Setelah api utama padam, petugas tidak langsung pergi. Mereka melanjutkan fase pendinginan mulai pukul 16.41 WIB. Proses ini krusial untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang bisa memicu kebakaran susulan di area penyimpanan bahan kimia atau minyak tersebut. Selama kurang lebih satu jam, tim memastikan suhu di sekitar tank container benar-benar turun ke level aman.
Corporate Planning Manager NPCT1, Christine Margaretha Manasseh, memastikan bahwa pihaknya kini tengah melakukan investigasi mendalam. Tim internal terminal bekerja keras mengumpulkan data, meninjau rekaman kamera pengawas, dan memeriksa prosedur penyimpanan barang berbahaya tersebut. Mereka berkomitmen untuk menyajikan fakta yang akurat dan tidak menutup-nutupi kronologi kejadian kepada publik.
“Seluruh informasi dan fakta yang berkaitan dengan kejadian akan diverifikasi terlebih dahulu. Kami memastikan informasi yang disampaikan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Christine di sela-sela pemantauan lokasi pasca-kebakaran.
Dugaan awal yang muncul dari pihak Gulkarmat mengaitkan insiden ini dengan efek cuaca panas yang ekstrem. Meski begitu, investigasi resmi masih berlangsung untuk memastikan apakah ada kegagalan teknis pada sistem penyimpanan atau faktor eksternal lainnya yang memicu percikan awal.
Tidak Ada Korban Jiwa
Kabar melegakan datang dari hasil identifikasi di lapangan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. NPCT1 memastikan bahwa seluruh prosedur keselamatan kerja telah dijalankan sesuai standar.
Begitu api terlihat, seluruh personel di area berbahaya segera dievakuasi ke titik kumpul yang aman, sementara tim tanggap darurat internal mulai mengambil tindakan pencegahan sebelum unit pemadam tiba.
Kejadian di NPCT1 ini menjadi pengingat keras bagi pengelola pelabuhan di Indonesia mengenai standar ketat penanganan barang berbahaya. Mengingat Pelabuhan Tanjung Priok adalah urat nadi logistik nasional, setiap insiden sekecil apa pun memiliki dampak domino yang signifikan terhadap operasional bongkar muat dan rantai pasok barang.
Hingga Senin malam, area terdampak masih dipantau ketat oleh manajemen terminal untuk memastikan situasi benar-benar kondusif.
Pihak NPCT1 belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai estimasi kerugian materiil, namun fokus utama saat ini tetap pada pemulihan kondisi terminal dan evaluasi mendalam terkait sistem keamanan barang berbahaya untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.