“Seluruh informasi dan fakta yang berkaitan dengan kejadian akan diverifikasi terlebih dahulu. Kami memastikan informasi yang disampaikan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Christine di sela-sela pemantauan lokasi pasca-kebakaran.
Dugaan awal yang muncul dari pihak Gulkarmat mengaitkan insiden ini dengan efek cuaca panas yang ekstrem. Meski begitu, investigasi resmi masih berlangsung untuk memastikan apakah ada kegagalan teknis pada sistem penyimpanan atau faktor eksternal lainnya yang memicu percikan awal.
Tidak Ada Korban Jiwa
Kabar melegakan datang dari hasil identifikasi di lapangan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. NPCT1 memastikan bahwa seluruh prosedur keselamatan kerja telah dijalankan sesuai standar.
Begitu api terlihat, seluruh personel di area berbahaya segera dievakuasi ke titik kumpul yang aman, sementara tim tanggap darurat internal mulai mengambil tindakan pencegahan sebelum unit pemadam tiba.
Kejadian di NPCT1 ini menjadi pengingat keras bagi pengelola pelabuhan di Indonesia mengenai standar ketat penanganan barang berbahaya. Mengingat Pelabuhan Tanjung Priok adalah urat nadi logistik nasional, setiap insiden sekecil apa pun memiliki dampak domino yang signifikan terhadap operasional bongkar muat dan rantai pasok barang.
Hingga Senin malam, area terdampak masih dipantau ketat oleh manajemen terminal untuk memastikan situasi benar-benar kondusif.
Pihak NPCT1 belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai estimasi kerugian materiil, namun fokus utama saat ini tetap pada pemulihan kondisi terminal dan evaluasi mendalam terkait sistem keamanan barang berbahaya untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.