Selasa, 22 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Cilandak Timur Jaksel Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan Air Bersih

Warga antri mengambil air bersih dari mobil tangki BPBD di Cilandak Timur Jakarta Selatan saat kekeringan
Warga antri menerima bantuan air bersih dari BPBD di Jalan Jaha, Gang Hj. Soleh, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026). . (Ilustrasi: AI)

JAKARTA SELATAN — Warga Cilandak Timur mengantri untuk air bersih. Dua pekan kekeringan membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, sejak dua pekan terakhir. Dampak langsung terasa pada warga: krisis akses air bersih untuk minum, memasak, dan mandi. Kesulitan ini menyerang beberapa RT di kawasan tersebut, terutama di Jalan Jaha, Gang Hj. Soleh, yang merupakan salah satu titik terparah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta pun bergerak cepat. Mereka menyalurkan bantuan air bersih langsung kepada warga terdampak mulai Senin (21/9/2026). Distribusi dilakukan dengan mendatangkan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter ke lokasi-lokasi yang paling membutuhkan.

Cakupan Wilayah Terdampak Luas

Bukan hanya satu rukun tetangga yang mengalami krisis air. Data menunjukkan kekeringan berdampak pada setidaknya tujuh RT di RW 01 Cilandak Timur. Selain RT 001, wilayah yang terkena meliputi RT 005, RT 008, RT 009, RT 010, RT 014, dan RT 015. Luasnya cakupan terdampak menunjukkan betapa serius kondisi kekeringan di kawasan ini.

RT 001/RW 01 menjadi salah satu prioritas utama distribusi air. Di lokasi ini, petugas BPBD membantu mengisi air bersih langsung untuk warga yang membutuhkan. Antrian panjang warga menunjukkan urgensi masalah ini.

Respons Lintas Lembaga di Kawasan Lain

Upaya penanganan kekeringan juga terjadi di wilayah sekitarnya. Kekeringan serupa melanda Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Di sana, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bekerja sama dengan Satuan Bravo 90 Pasgat dan BPBD Tangerang Selatan menyalurkan bantuan yang lebih besar: 16.000 liter air bersih kepada 179 kepala keluarga atau 680 jiwa, yang didistribusikan di dua titik lokasi.

Selain air, mereka juga membagikan paket logistik keluarga dan daging kaleng untuk 50 kepala keluarga.

Kolaborasi lintas lembaga ini menunjukkan pendekatan sistematis dalam menangani bencana kekeringan yang menyebar di kawasan Jabodetabek. Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, menekankan bahwa sinergi antar-institusi adalah bentuk gotong royong dalam respons cepat terhadap kebutuhan mendesak warga.

Upaya Berkelanjutan untuk Pemenuhan Kebutuhan

Penyaluran air bersih yang dilakukan BPBD bukan solusi sekali jadi. Menurut informasi dari lapangan, distribusi akan terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan warga terdampak dapat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari hingga situasi membaik.

Peran BPBD sebagai badan penanggulangan bencana terlihat signifikan dalam menjaga kesejahteraan warga. Dengan menggerahkan tangki air berkapasitas besar langsung ke titik-titik rawan, respons ini berupaya meminimalkan dampak kekeringan pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Namun, untuk solusi jangka panjang, upaya konservasi air dan infrastruktur pengairan di wilayah Cilandak Timur perlu menjadi perhatian lebih lanjut bagi pemerintah daerah.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 22 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online