JAKARTA — Kebakaran menghanguskan 18 rumah di kawasan Jalan Teuku Nyak Arif, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu (23/9/2026). Kerugian material ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal menyebutkan, api diduga berawal dari konsleting listrik di sebuah rumah kontrakan. Bangunan yang terbakar meliputi 18 rumah tinggal, warung kelontong, warung pecel ayam dan lele, toko handphone, serta bengkel ban.
“Penyebab diduga konsleting listrik, yang terbakar 18 rumah tinggal, warung kelontong, warung pecel ayam dan lele, toko handphone, bengkel ban, taksiran kerugian Rp1,2 miliar,” ujar Asril kepada wartawan.
Peristiwa berdampak pada 50 kepala keluarga atau sekitar 150 jiwa kehilangan tempat tinggal. Namun, tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam insiden tersebut — data positif mengingat besarnya area yang terdampak.
Api Berawal dari Rumah Kontrakan
Berdasarkan keterangan RT setempat bernama Nanang, kebakaran dimulai ketika pemilik rumah sedang berjualan. Warga melaporkan melihat api di bagian atas kontrakan. RT Nanang langsung berupaya memadamkan dengan APAR, namun usaha itu gagal. Api kemudian menjalar ke bengkel ban dan bangunan sekitarnya dengan cepat.
Kecepatan penyebaran api menunjukkan sulitnya akses jalan di kawasan padat pemukiman tersebut. Petugas membutuhkan waktu respons untuk menjangkau lokasi dan membuka jalan bagi kendaraan pemadam kebakaran.
Penanganan dan Pemadaman
Upaya pemadaman melibatkan 24 unit mobil pemadam kebakaran dan 128 personel. Tim berhasil mengendalikan situasi dan memadamkan seluruh api sekitar pukul 23.59 WIB. Meski jumlah personel besar, keterlibatan banyak unit menunjukkan intensitas api yang tinggi saat tiba di lokasi.
Penanganan cepat oleh Gulkarmat Jakarta Selatan mencegah perluasan dampak lebih lanjut. Namun, 150 jiwa tetap harus mengungsi dan kehilangan aset pribadi dalam sekejap.
Dampak pada Warga dan Ekonomi Lokal
Kerugian Rp1,2 miliar bukan hanya angka abstrak — itu berarti 50 keluarga di Kebayoran Lama kehilangan rumah, warung, dan usaha mereka dalam satu malam. Warga yang bertahan dari insiden harus mencari tempat pengungsian darurat sambil mengurus aset yang hangus.
Warung kelontong, warung makan, toko handphone, dan bengkel ban yang ikut terbakar adalah mata pencaharian sejumlah keluarga. Kerugian ekonomi lokal akan terasa dalam beberapa minggu ke depan, terutama bagi pedagang kecil yang bergantung pada usaha sehari-hari.
Peringatan Konsleting Listrik
Asumsi konsleting listrik sebagai penyebab utama mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin instalasi listrik di rumah-rumah tua atau kontrakan. Kawasan Kebayoran Lama, seperti banyak wilayah di Jakarta Selatan, memiliki banyak bangunan lama dengan sistem kelistrikan yang perlu perhatian.
Insiden ini menjadi pembelajaran bagi warga setempat dan penghuni rumah kontrakan di berbagai lokasi untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda kegagalan listrik — seperti percikan, bau terbakar, atau pemutus arus yang sering jatuh.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.