Jimmy, seorang saksi di lokasi, meyakini api pertama kali muncul dari arah warteg sebelum merembet cepat ke bengkel ban di sampingnya. Namun, Atik, pemilik warung yang berada tepat di sisi lokasi, memberikan kesaksian berbeda. Dia mengaku melihat nyala api muncul dari lantai atas sebuah rumah kontrakan dekat lampu merah, lalu menjalar ke arah belakang rumah.
Perbedaan narasi ini membuat pihak Gulkarmat tidak mau terburu-buru mengambil kesimpulan final. Tim investigasi kini masih mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut untuk merangkai kronologi kejadian secara utuh. Koordinasi dengan kepolisian setempat pun dilakukan untuk memastikan apakah ada faktor kelalaian atau murni musibah teknis kelistrikan.
Kini, fokus utama pemerintah setempat beralih pada penanganan warga terdampak. Para penyintas membutuhkan tempat penampungan darurat, pakaian layak pakai, dan pasokan makanan siap santap. Pemerintah daerah telah mulai mendata kerugian warga untuk menentukan bantuan yang akan disalurkan dalam waktu dekat.
Sementara itu, sisa-sisa material yang terbakar sudah mulai dibersihkan oleh warga secara gotong-royong. Garis polisi masih membentang di area yang paling parah terdampak, membatasi warga untuk mendekat ke puing-puing bangunan. Petugas terus memantau lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan dari bara yang mungkin masih tersembunyi di balik reruntuhan kayu dan seng.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.