JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari penyedia swasta seperti Shell, Vivo, dan BP AKR pada Kamis, 24 September 2026, menunjukkan kondisi yang bervariasi, dengan beberapa jenis BBM masih mengalami kelangkaan stok. Terutama Shell, yang di wilayah Jabodetabek dan Jawa, terpantau hanya menjual V-Power Diesel seharga Rp25.420 per liter.
Kondisi ini telah berlangsung sejak 1 September 2026, ditandai dengan terbatasnya stok dan kenaikan harga di beberapa produk. Kenaikan harga BBM diesel Shell V-Power Diesel ini cukup signifikan, mencapai Rp3.510 dari harga Agustus 2026 yang sebesar Rp21.910 per liter.
Stok Terbatas, Harga Bervariasi
Shell, salah satu pemain utama dalam industri BBM swasta, saat ini menghadapi kendala serius. Seluruh varian bensin mereka, yaitu Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98), tercatat “Stok Kosong” atau “Belum Dijual Kembali” di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Hanya Shell V-Power Diesel CN 51 yang tersedia dengan harga Rp25.420 per liter.
Situasi berbeda terlihat pada BP AKR. Perusahaan ini masih menyediakan tiga produk andalannya di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. BP 92 (RON 92) dibanderol Rp16.130 per liter, harganya stabil dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, BP Ultimate (RON 95) mengalami kenaikan harga menjadi Rp19.330 per liter dari semula Rp16.760, dan BP Ultimate Diesel (CN 53) juga naik menjadi Rp25.420 per liter dari Rp21.910.
Vivo, yang beroperasi di Jabodetabek, juga menunjukkan kondisi serupa. Revvo 92 (RON 92) tersedia dengan harga Rp16.130 per liter. Namun, Revvo 95 (RON 95) dilaporkan memiliki variasi harga antara Rp16.760 hingga Rp19.330 per liter, dan sebagian outlet bahkan mengalami kekosongan. Diesel Primus Plus (CN 51) seharga Rp25.420 per liter juga dilaporkan kosong di beberapa SPBU.
Perbandingan dengan BBM Pertamina
Untuk memberikan gambaran lengkap, harga BBM swasta ini dapat dibandingkan dengan produk Pertamina di Jakarta:
- Pertalite RON 90: Rp10.000 (subsidi, harga tetap)
- Pertamax RON 92: Rp15.950
- Pertamax Green 95: Rp16.600
- Pertamax Turbo RON 98: Rp19.600
- Dexlite CN 51: Rp23.700
- Pertamina Dex CN 53: Rp25.200
Dari perbandingan ini, Pertamina Pertamax (RON 92) menjadi pilihan termurah untuk kategori RON 92, yakni Rp15.950, lebih murah Rp180 dibandingkan BP 92 dan Vivo Revvo 92 yang sama-sama Rp16.130. Untuk RON 95, Pertamax Green 95 dengan Rp16.600 jauh lebih terjangkau dibanding BP Ultimate seharga Rp19.330, dengan selisih Rp2.730. Sementara itu, Dexlite CN 51 dari Pertamina juga paling murah di kategori diesel dengan Rp23.700, lebih hemat Rp1.720 dibandingkan Shell V-Power Diesel, BP Ultimate Diesel, dan Vivo Diesel Primus Plus yang seharga Rp25.420.
Penyebab Kelangkaan dan Kenaikan
Kelangkaan stok dan kenaikan harga pada BBM swasta ini tidak terlepas dari beberapa faktor. Sejak Agustus 2026, kuota impor BBM swasta dilaporkan terhambat oleh regulasi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bersamaan dengan itu, harga minyak dunia juga menunjukkan tren kenaikan.
Melansir Genvoice.id pada 2 September 2026, Vivo mengalami kekosongan stok Revvo 95 dan Diesel, sementara Shell hanya memiliki pasokan diesel. LintasJabar dan RCTI+ pada 7 September 2026 juga mengonfirmasi kenaikan harga diesel sebesar Rp3.500. Kondisi ini membuat pilihan bagi konsumen kian terbatas, terutama bagi mereka yang mengandalkan BBM dengan oktan tinggi atau jenis diesel tertentu.
Mengingat fluktuasi stok dan harga yang cepat berubah, sangat disarankan bagi para pengendara untuk selalu memeriksa ketersediaan dan harga terbaru melalui aplikasi resmi seperti Shell Asia, BPme, atau MyPertamina sebelum menuju SPBU. Langkah ini dapat membantu memastikan perjalanan tidak terkendala dan pengisian BBM lebih efisien.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.