Kamis, 24 September 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Sebanyak 240 warga di tiga perumahan Solok terdampak banjir bandang

Area perumahan Solok yang terdampak banjir bandang dengan material lumpur menggenangi jalan, tim pembersihan dan petugas daru
Tim gabungan termasuk TNI, Polri, dan relawan melakukan pembersihan material banjir bandang di kawasan perumahan Arosuka, Solok, Sumatera Barat. (Ilustrasi: AI)

SOLOK — Banjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka meninggalkan jejak kerusakan serius. Sebanyak 240 warga tersebar di tiga perumahan terpaksa menghadapi dampak bencana dengan tingkat kerusakan yang beragam.

Bupati Solok Jon Firman Pandu saat meninjau langsung Perumahan Nuansa Griya, Arosuka, pada hari Rabu menjelaskan situasi dampak yang dialami warga. “Ada tiga perumahan yang terdampak bencana. Berdasarkan data yang kita dapat, ada sekitar 240 warga kita di sini, ada yang terdampak langsung dan ada yang tidak terdampak langsung,” ujarnya.

Ketiga perumahan tersebut — termasuk Arosuka dan Nuansa Griya — menjadi pusat perhatian upaya penanganan darurat. Material lumpur yang menggenangi jalan dan lingkungan sekitar menjadi tantangan utama dalam pemulihan area tersebut.

Respons cepat datang dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Solok menggerakkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama TNI, Polri, relawan lokal, dan unsur terkait lainnya untuk membersihkan material sisa banjir. Sementara itu, dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, dan bantuan kebutuhan pokok mulai disalurkan.

Dukungan datang pula dari relawan sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Keterlibatan lintas wilayah ini mempercepat proses pembersihan dan stabilisasi kondisi masyarakat lokal.

“Penanganan bencana dilakukan secara bersama karena dampak yang ditimbulkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, terutama dalam pembersihan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata Bupati Firman Pandu.

Di lapangan, aparatur sipil negara turut terlibat langsung dalam operasi pembersihan bersama dengan personel TNI, Polri, dan relawan lainnya. Upaya ini difokuskan pada penormalan akses jalan dan lingkungan perumahan yang sempat lumpuh total akibat luapan material banjir bandang pada Senin malam (21/9).

Jalur utama Padang-Solok, yang sempat tertutup total, kini sudah bisa dilalui kendaraan dari kedua arah. Namun, di sejumlah titik masih berlangsung pengerjaan pembersihan material menggunakan alat berat, sehingga petugas masih melakukan pengaturan lalu lintas situasional.

Evaluasi Perizinan dan Mitigasi Risiko

Banjir bandang ini menjadi momentum evaluasi mendalam bagi pemerintah daerah. Bupati Firman Pandu menekankan bahwa perizinan lingkungan (AMDAL) untuk kawasan terdampak akan diperiksa detail kembali. “Perizinan AMDAL kita cek detail, mungkin seperti apa prosesnya dan akan kita evaluasi,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Solok juga mulai membahas kemungkinan pemindahan kawasan perkantoran apabila hasil evaluasi menunjukkan risiko bencana yang signifikan terhadap keselamatan pegawai dan masyarakat. Namun, Bupati tegas menyampaikan bahwa rencana pemindahan tersebut masih berupa wacana awal dan belum merupakan keputusan final pemerintah daerah.

Langkah evaluasi ini sejalan dengan pengalaman bencana yang juga menimpa Kabupaten Solok pada akhir 2025. “Kejadian tersebut menjadi bahan koreksi bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki penanganan bencana,” ungkap Bupati Firman Pandu, menunjukkan komitmen untuk memperkuat sistem mitigasi dan respons bencana ke depan.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 24 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online