Beberapa faktor bisa menyebabkan desil seseorang naik tiba-tiba, yang berujung pada tidak cairnya bansos pada tahun 2026. Ini termasuk:
- Kepemilikan aset semu, misalnya kendaraan yang sudah dijual namun data di Samsat masih tercatat atas nama penerima.
- Perubahan status pekerjaan di KTP menjadi karyawan swasta atau wiraswasta, padahal yang bersangkutan sudah mengalami PHK atau bangkrut.
- Penggunaan daya listrik di atas 900VA non-subsidi atau tagihan pascabayar yang tinggi.
- Adanya satu anggota keluarga yang terdaftar memiliki gaji di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) atau terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan upah tinggi.
- Alamat tidak ditemukan atau data belum valid dalam sistem.
Cara Mengecek Desil DTSEN 2026
Ada dua cara resmi untuk mengecek kategori desil DTSEN, mengingat situs dtsen.web.bps.go.id masih dalam pengembangan per 5 Desember 2025:
1. Melalui Situs cekbansos.kemensos.go.id
Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id. Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan sesuai alamat di KTP. Masukkan nama lengkap sesuai KTP, lalu ketik kode captcha. Klik ‘Cari Data’ untuk melihat jenis bantuan yang diterima beserta kategori desil.
2. Melalui Aplikasi Cek Bansos
Unduh aplikasi resmi ‘Cek Bansos’ dari toko aplikasi. Buat akun dengan NIK, KK, foto KTP, dan swafoto. Setelah login, pilih menu ‘Profil’ untuk melihat kategori desil. Untuk status pencairan bansos, bisa dicek melalui menu ‘Cek Bansos’. Aplikasi ini juga menyediakan fitur ‘Usulan Pembaruan/Sanggah’ jika ada ketidaksesuaian data desil. Pendamping sosial akan melakukan verifikasi lapangan untuk perbaikan data.
Adapun syarat dasar kelayakan penerima bansos tetap sama: Warga Negara Indonesia (WNI) dengan NIK valid, terdaftar di DTSEN Desil 1-4, bukan termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, pejabat, pegawai BUMN/BUMD, serta memiliki alamat yang valid.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.