Material vulkanik bisa meluncur hingga jarak 17 kilometer dari kawah. Luasan jangkauan ini jauh lebih besar dari perkiraan orang awam yang beraktivitas di sekitar lembah.
Radius lima kilometer dari kawah juga ditetapkan sebagai zona merah yang steril dari manusia. Di sana, lontaran batu pijar menjadi ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja.
Mukdas secara khusus menyoroti empat aliran sungai utama yang menjadi jalur evakuasi alami bagi material vulkanik Semeru, yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Anak-anak sungai yang bercabang dari aliran utama tersebut juga masuk dalam radar pengawasan ketat petugas karena potensi luncuran lahar saat hujan atau aktivitas erupsi meningkat.
Kondisi cuaca di sekitar pos pengamatan sempat mendukung pengamatan visual. Puncak Semeru terlihat cukup jelas, sesekali tertutup kabut tipis, dengan tiupan angin lemah ke arah selatan. Kondisi cerah berawan ini sangat membantu tim vulkanologi memantau perilaku kawah secara langsung.
Meski demikian, karakter Semeru yang sulit ditebak menuntut penduduk di Lumajang dan Malang untuk tetap menaruh perhatian pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Setiap pergerakan sekecil apa pun di puncak bisa menjadi sinyal eskalasi yang lebih besar di masa mendatang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.