Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi menyodorkan permohonan bantuan darurat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mereka butuh perlengkapan mendesak untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mengatasi kekeringan parah yang mencekik wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Permintaan ini bukan sekadar formalitas administratif. Situasi di lapangan memang sudah kritis. Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, mengakui bahwa stok peralatan yang mereka miliki saat ini mulai kewalahan menghadapi rentetan musibah yang tak kunjung berhenti sejak awal tahun.
Daftar Kebutuhan Mendesak
Surat permohonan yang diteken Bupati Parigi Moutong itu merinci sederet peralatan vital. Ada tiga unit mobil tangki air yang diminta untuk mobilitas suplai ke desa-desa, mengingat sumber air warga banyak yang mengering. Selain itu, mereka meminta 25 unit tandon air berkapasitas 5.000 liter untuk menampung cadangan air bagi masyarakat.
Bukan cuma logistik air, perlengkapan personel lapangan juga jadi perhatian utama. BPBD meminta lima set alat pelindung diri (APD) khusus kebakaran agar tim di lapangan lebih aman saat berhadapan dengan kobaran api.
Kebutuhan logistik untuk warga terdampak pun tak luput dari daftar, yakni 250 paket sembako dan 250 paket kebersihan diri atau hygiene kit. Terakhir, Pemkab mengajukan bantuan pembuatan sumur bor di lima titik yang dinilai paling krusial.
Bukan tanpa alasan permohonan ini mendesak. Data BPBD mencatat angka yang cukup mengejutkan: 4.691 hektare lahan mengalami kekeringan hebat. Sementara itu, amukan api sudah melahap 234,96 hektare hutan dan lahan warga. Dampaknya pun sangat nyata. Setidaknya 1.687 kepala keluarga (KK) saat ini harus bertahan hidup dalam kondisi krisis air dan kepungan asap.
Bayang-Bayang El Niño
Rivai menyebut rentetan bencana ini merupakan akumulasi kejadian sejak Januari hingga September 2026. Fenomena cuaca ekstrem El Niño yang menghantam Sulawesi Tengah tahun ini disebut-sebut sebagai yang terparah dalam catatan sejarah Parigi Moutong. Tanah retak, vegetasi mengering, dan percikan api kecil saja bisa langsung memicu kebakaran hutan yang luas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.