Selasa, 29 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Kebakaran Lapak di Jakbar, Warga Sempat Dengar Suara Ledakan

Kebakaran lapak di Jalan Gaharu, Gang Batako, Jakarta Barat, Senin malam dengan petugas damkar melakukan pemadaman
Petugas damkar Jakarta Barat berupaya memadamkan kebakaran yang melanda sejumlah lapak di Jalan Gaharu, Kelurahan Joglo, Senin (28/9/2026) malam. (. (Ilustrasi: AI)

Langit malam di kawasan Jalan Gaharu, Gang Batako Nomor 12, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, mendadak berubah merah membara, Senin (28/9/2026). Asap hitam pekat membumbung tinggi menyelimuti permukiman padat penduduk, memicu kepanikan warga yang saat itu sedang bersantai di rumah.

Suasana tenang seketika pecah oleh suara dentuman keras yang terdengar berulang kali dari arah deretan lapak usaha.

Basir, salah seorang warga setempat, masih ingat betul bagaimana kengerian itu bermula. Ia sedang berada tak jauh dari lokasi saat suara ledakan menggelegar. “Ada ledakan beberapa kali. Bunyinya lumayan kencang,” kata Basir dengan nada masih menyisakan cemas.

Ia menunjuk ke arah tempat usaha mebel yang berada di area lapak tersebut sebagai titik awal api muncul. Baginya, mustahil api sebesar itu merambat begitu cepat tanpa pemicu yang kuat di awal.

Beruntung, musibah ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka. Rupanya, tempat usaha mebel yang diduga menjadi sumber api sedang kosong. Seluruh karyawan sedang berada di luar kota, sehingga tidak ada aktivitas berarti di dalam bengkel kayu itu saat api mulai melahap bangunan kayu dan material yang mudah terbakar tersebut.

Dua Gelombang Serangan Petugas

Laporan kebakaran masuk ke Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta tepat pada pukul 19.53 WIB. Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, segera memerintahkan anak buahnya meluncur ke lokasi. Respons cepat itu membawa delapan unit mobil damkar dengan 40 personel ke Gang Batako.

Namun, api ternyata jauh lebih liar daripada perkiraan awal. Menyadari kobaran si jago merah yang terus meluas ke lapak-lapak di sekitarnya, Syaiful segera mengambil keputusan menambah kekuatan. Sebanyak 11 unit armada tambahan didatangkan ke lokasi, membawa 54 personel lagi untuk membantu proses pemadaman. Total, ada 19 armada dengan 94 petugas yang berjibaku melawan panasnya api di malam itu.

Situasi sempat mencekam. Material kayu dan sisa produksi mebel yang kering membuat api sulit dijinakkan. Petugas harus bekerja ekstra keras untuk melokalisasi kobaran agar tidak merembet lebih jauh ke pemukiman warga yang berhimpitan. Baru pada pukul 20.17 WIB, petugas berhasil mengunci area agar api tidak lagi meluas ke bangunan sekitar.

Operasi Panjang Hingga Larut Malam

Perjuangan memadamkan sisa-sisa bara membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pendinginan di lokasi kejadian berlangsung intensif untuk memastikan tidak ada api tersembunyi yang bisa memicu kebakaran susulan. Petugas baru bisa bernapas lega setelah operasi pemadaman total dinyatakan selesai pada pukul 22.14 WIB.

Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi. Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau material mebel yang rentan terbakar, kepastian tetap harus menunggu hasil olah tempat kejadian perkara. Spekulasi mengenai suara ledakan yang didengar warga pun kini menjadi bagian dari bahan penyelidikan tim investigasi.

Pihak Sudin Gulkarmat Jakarta Barat dijadwalkan kembali turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran menyeluruh di area reruntuhan. Pendalaman ini penting untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian atau murni kecelakaan teknis. Kerugian materiil dari insiden ini pun masih dalam tahap penghitungan oleh pemilik usaha dan pihak terkait di Kelurahan Joglo.

Sementara itu, sisa-sisa bangunan yang menghitam kini dipasangi garis polisi. Warga diimbau untuk tidak mendekat ke area tersebut karena struktur bangunan yang sudah tidak stabil dan risiko reruntuhan yang masih membahayakan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pemilik usaha kecil untuk lebih memperhatikan instalasi listrik, terutama jika operasional mereka bergelut dengan material yang mudah terbakar seperti kayu dan bahan pelarut.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 29 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online