CÓRDOBA, JOURNALARTA.COM – Timnas Argentina membuka lembaran baru pasca-Lionel Messi dengan kemenangan telak 4-0 atas Bolivia dalam laga uji coba internasional yang digelar di Estadio Mario Alberto Kempes, Córdoba, pada Kamis (1/10/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini menandai dimulainya era transisi La Albiceleste tanpa kehadiran sang megabintang, yang sengaja disimpan untuk laga perpisahan. Empat gol kemenangan dicetak oleh Lautaro Martínez, Nico Paz, Cristian Romero, dan José Manuel López.
Kemenangan meyakinkan ini menjadi sinyal positif bagi pelatih Lionel Scaloni dalam mempersiapkan skuad menuju kualifikasi Piala Dunia 2030, sembari menguji talenta-talenta muda yang akan menjadi tulang punggung tim di masa depan. Absennya Messi justru memberikan panggung bagi pemain lain untuk bersinar dan membuktikan kapasitasnya.
Dominasi Argentina Sejak Babak Pertama
Sejak peluit awal dibunyikan, Argentina langsung tancap gas dan mendominasi jalannya pertandingan. Serangan bertubi-tubi dari Albiceleste berbuah manis pada menit ke-19. Striker Inter Milan, Lautaro Martínez, berhasil memecah kebuntuan. Menerima umpan terobosan cerdik dari Román Vega, Lautaro mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan mendatar ke pojok bawah gawang yang tak mampu dijangkau kiper Bolivia.
Hanya berselang sepuluh menit, publik Córdoba kembali bersorak. Bintang muda Real Madrid/Como, Nico Paz, menggandakan keunggulan pada menit ke-29. Berkat umpan terobosan akurat dari Exequiel Palacios, Paz dengan dingin mencungkil bola melewati kiper Guillermo Viscarra, menunjukkan ketenangan luar biasa untuk pemain seusianya. Babak pertama berakhir dengan keunggulan 2-0 untuk Argentina.
Cuti Romero Buktikan Kapasitas sebagai Kapten Baru
Memasuki babak kedua, Argentina tidak mengendurkan serangan. Justru, kapten baru tim, Cristian “Cuti” Romero, turut mencatatkan namanya di papan skor. Pada menit ke-54, bek Tottenham Hotspur itu menyundul bola masuk ke gawang Bolivia memanfaatkan tendangan bebas yang dieksekusi oleh Nico Paz. Gol ini menjadi pembuktian kepemimpinan Romero yang baru saja dipercaya mengemban ban kapten secara resmi.
Scaloni kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Franco Mastantuono dan Valentín Barco pada menit ke-56, serta menarik keluar Lautaro Martínez dan Alexis Mac Allister pada menit ke-75. Rotasi ini memberikan kesempatan bagi pemain muda lain untuk merasakan atmosfer pertandingan internasional. Pesta gol Argentina ditutup oleh José Manuel López pada menit ke-86. Sempat dianulir karena offside, gol tersebut disahkan setelah López berhasil merebut bola di kotak penalti dan melesakkan tembakan mendatar ke gawang lawan.
Fakta Menarik Era Baru Argentina
Kemenangan ini diwarnai beberapa fakta menarik yang mengindikasikan transisi penting dalam tubuh Timnas Argentina:
- Messi Disimpan: Lionel Messi, meskipun masuk dalam skuad 35 pemain, sengaja tidak dimainkan dalam laga ini. Ia disiapkan untuk laga perpisahan bersejarah melawan Benin pada 6 Oktober di Estadio Monumental. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) bahkan telah merilis video tribut untuk sang megabintang.
- Kapten Baru Cuti Romero: Scaloni telah menunjuk Cristian Romero sebagai kapten utama Argentina yang baru, didampingi Emiliano Martínez sebagai wakil, dan Lautaro Martínez sebagai kapten ketiga. Romero membuktikan kapasitasnya dengan mencetak gol di debutnya sebagai kapten.
- Eksperimen Starting XI: Scaloni menurunkan skuad eksperimental dengan komposisi E. Martínez; Giay, Romero, Lisandro Martínez, Vega; Palacios, Mac Allister; Paz, Prestianni; Álvarez & Lautaro. Ini menunjukkan keseriusan dalam mencari formasi dan pemain terbaik untuk masa depan.
- Bolivia dalam Tren Buruk: Bolivia datang ke laga ini dengan catatan empat kekalahan beruntun dan telah dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Pelatih Óscar Villegas mengandalkan formasi lima bek yang defensif, namun tak mampu membendung gempuran Argentina.
Ini adalah pertandingan persahabatan murni dan tidak banyak memengaruhi poin FIFA. Namun, bagi Scaloni, laga ini krusial untuk mengintegrasikan generasi baru seperti Nico Paz (20 tahun), Franco Mastantuono (19 tahun), Gianluca Prestianni, Juan Giy, dan Román Vega, menjelang kampanye kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan datang.
Argentina dijadwalkan akan melanjutkan tur perpisahan Messi dengan menghadapi Burkina Faso pada 3 Oktober dan Benin pada 6 Oktober, keduanya akan berlangsung di Estadio Monumental.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.