Kemenangan ini diwarnai beberapa fakta menarik yang mengindikasikan transisi penting dalam tubuh Timnas Argentina:
- Messi Disimpan: Lionel Messi, meskipun masuk dalam skuad 35 pemain, sengaja tidak dimainkan dalam laga ini. Ia disiapkan untuk laga perpisahan bersejarah melawan Benin pada 6 Oktober di Estadio Monumental. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) bahkan telah merilis video tribut untuk sang megabintang.
- Kapten Baru Cuti Romero: Scaloni telah menunjuk Cristian Romero sebagai kapten utama Argentina yang baru, didampingi Emiliano Martínez sebagai wakil, dan Lautaro Martínez sebagai kapten ketiga. Romero membuktikan kapasitasnya dengan mencetak gol di debutnya sebagai kapten.
- Eksperimen Starting XI: Scaloni menurunkan skuad eksperimental dengan komposisi E. Martínez; Giay, Romero, Lisandro Martínez, Vega; Palacios, Mac Allister; Paz, Prestianni; Álvarez & Lautaro. Ini menunjukkan keseriusan dalam mencari formasi dan pemain terbaik untuk masa depan.
- Bolivia dalam Tren Buruk: Bolivia datang ke laga ini dengan catatan empat kekalahan beruntun dan telah dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Pelatih Óscar Villegas mengandalkan formasi lima bek yang defensif, namun tak mampu membendung gempuran Argentina.
Ini adalah pertandingan persahabatan murni dan tidak banyak memengaruhi poin FIFA. Namun, bagi Scaloni, laga ini krusial untuk mengintegrasikan generasi baru seperti Nico Paz (20 tahun), Franco Mastantuono (19 tahun), Gianluca Prestianni, Juan Giy, dan Román Vega, menjelang kampanye kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan datang.
Argentina dijadwalkan akan melanjutkan tur perpisahan Messi dengan menghadapi Burkina Faso pada 3 Oktober dan Benin pada 6 Oktober, keduanya akan berlangsung di Estadio Monumental.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.